DUNIA

Senin, 26 Agustus 2019 | 09:02 WIB

Muslim AS Galang Dana Pembebasan Migran

Muslim AS Galang Dana Pembebasan Migran
(Foto: voanews)

INILAHCOM, Jakarta--Sejumlah muslim AS menggalang dana untuk membantu pembayaran uang jaminan pembebasan beberapa migran yang ditahan pemerintah AS. Tujuannya agar mereka dapat berkumpul kembali bersama anak-anaknya. Sejauh ini, kampanye Muslim For Migrants telah membebaskan enam orang.

Sejak menjabat, Presiden AS Donald Trump melakukan pendekatan keras terhadap masalah imigrasi. Menurut Trump, banyaknya migran yang ingin memasuki AS terjadi karena kurangnya tindakan untuk menghentikan arus migran tersebut.

Migran ilegal atau para pencari suaka ditahan di berbagai fasilitas penahanan sampai mereka mulai diadili. Kemudian pengadilan akan memutuskan apakah mereka dapat tetap tinggal di AS atau sampai mereka dapat membayar uang jaminan pembebasan.

"Rata-rata uang jaminan itu saat ini mencapai sekitar 10 ribu dolar," ujar CelebrateMercy yang mengelola urunan dana Muslims for Migrants. Ini adalah kampanye yang dilakukan Muslim AS untuk membantu membayar uang jaminan pembebasan migran yang ditahan. Dana yang terkumpul kemudian diserahkan kepada National Bail Fund Network yang membantu mengoordinir proses pembebasan dengan uang jaminan.

Menurut Tarek El-Messidi, direktur dan pendiri CelebrateMercy, sejak diluncurkan pada 7 Agustus lalu, dana yang digalang melalui gerakan Muslims for Migrants itu telah mencapai lebih dari 125 ribu dolar.

"Ini adalah kabar baik pada saat yang sangat sulit di Amerika. Komunitas Muslim bertindak dengan mengorganisir kampanye ini agar semua orang dari berbagai latar belakang agama mau menyumbang dan membantu mereka yang ditahan untuk membayar uang jaminan. Membantu mereka untuk membayar uang jaminan pembebasannya," ujar Tarek El-Messidi.

El-Messidi berharap uang yang dikumpulkan untuk membebaskan migran itu dapat mewakili permintaan maaf bagi keluarga-keluarga migran "atas nama semua warga Amerika."

"Kami minta maaf karena mereka harus mengalami ini, maaf karena sebagai negara kami tidak memperlakukan mereka dengan penuh kerahiman," kata El-Messidi.

Ia menambahkan, banyak di antara migran itu yang datang ke AS karena menginginkan stabilitas dan keamanan. Selain itu karena ingin melarikan dari kesulitan luar biasa di negara asal mereka. "Kami berharap mereka tidak akan lagi menderita nantinya," lanjutnya.

Muslims for Migrants diluncurkan setelah jumlah migran yang ditahan Badan Penegakan Imigrasi dan Pabean AS (ICE) meningkat tajam.

Lebih dari 50 ribu orang kini ditahan di berbagai ICE, dan sekitar 20 ribu lagi berada di pusat-pusat penahanan Dinas Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan. Sementara itu, sekitar 11 ribu anak-anak sekarang berada di bawah penjagaan Departemen Kesehatan.

Ketidakmampuan membayar uang jaminan pembebasan dapat berdampak besar, baik secara finansial maupun emosi bagi ayah atau ibu yang ditahan, terutama mereka yang berfungsi sebagai pencari nafkah utama. Selain menimbulkan kesulitan finansial yang signifikan, orang tua juga terancam kehilangan hak asuh anak mereka, selain kehilangan kesempatan untuk memperoleh kuasa hukum. [voa/lat]

#MuslimAS #Dana #Pembebasan #Migran
BERITA TERKAIT
Pemimpin ISIS Keluarkan Seruan Baru Bertindak
Trump Bantah Bersedia Bertemu Pemimpin Iran
AS Bakal Serang Iran
(Serangan Minyak Arab Saudi) Iran Kecam Tipu Daya AS
Dibilang Menstruasi Kotor, Siswi Gantung Diri
Gedung Putih Membenarkan Putra Osama Tewas
Texas Larang Pendeta Masuki Ruang Eksekusi

kembali ke atas