PASAR MODAL

Selasa, 27 Agustus 2019 | 15:01 WIB

PTBA Revisi Harga Batu Bara ke PT Inalum

M Fadil Djailani
PTBA Revisi Harga Batu Bara ke PT Inalum
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengaku, saat ini pihaknya tengah mengajukan perubahan harga jual rata-rata batu bara tahun ini ke perusahaan induk lantaran harga batu bara dunia tengah mengalami penurunan.

Sekretaris Perusahaan PTBA, Suherman menjelaskan, pengajuan tersebut dinilai perlu dilakukan lantaran tidak sebanding dengan penyusunan harga jual rata-rata batubara perseroan 2019. Perseroan saat itu menetapkan harga jual rata-rata batubara US$90 per ton, sementara harga acuan per Agustus ini saja telah menyentuh level US$72,67 per ton.

Karena telah turun jauh dari US$90 kami ajukan perubahan harga jual batubara ke Inalum (induk usaha, kata Suherman di gedung Bursa Efek Indonesia, Selasa (27/8/2019).

Namun sayangnya, Suherman belum dapat menyebutkan harga acuan yang diajukan kepada perusahaan induk. Akan tetapi, perseroan memastikan dengan adanya penurunan harga jual itu maka akan menekan pendapatan serta laba bersih.

Sebab dengan penurunan harga batubara yang sudah menyentuh US$70 sudah pasti menekan pendapatan dan laba persero, kata dia.

Sebagai informasi, harga jual rata-rata batubara persero per 31 Maret 2019 sebesar Rp772.044 per ton atau turun 13% dibanding kuartal I 2018 sebesar Rp887.833 per ton.

Meskipun demikian, Suherman menambahkan, meskipun akan merubah harga jual rata-rata batubara perseroan memastikan persero tidak akan melakukan perubahan target penjualan tahun 2019 sebesar 28,3 juta ton.

Kalau penjualan tetap kami pertahankan di angka 28 juta ton, katanya. [hid]

#PTBA #HargaBatuBara #Inalum
BERITA TERKAIT
Kegiatan Bisnis Belum Jadi Penopang Ekonomi AS
Penjualan Mobil PT Astra Turun 7,9% di 2019
Presiden Kecewa Kinerja Lembaga Keuangan Nonbank?
Pakta Fase I Jadi Amunisi Trump di Pilpres 2020
Presiden Sebut Saatnya Mereformasi Lembaga Nonbank
Bursa Saham Asia Bergerak Naik
Kapitalisasi Pasar Induk Usaha Google Capai US$1 T

kembali ke atas