PASAR MODAL

Rabu, 28 Agustus 2019 | 14:55 WIB

Elnusa Segera Garap Proyek Seismik di Australia

M Fadil Djailani
Elnusa Segera Garap Proyek Seismik di Australia
(Foto: Istimewa)

INILACOM, Jakarta - PT Elnusa Tbk (ELSA) tengah mengikuti tender pengadaan jasa survey seismik di perairan Australia. Prospeknya, emiten anak usaha PT Pertamina itu dapat meraih kontrak dari perusahaan data Australia itu karena hanya diikuti oleh ELSA.

Direktur Utama ELSA, Elizar Parlindungan Hasibuan mengatakan setelah sukses mendapatkan izin eksplorasi migas di perairan Vietnam, perusahaan juga tengah mengerjakan seismik di perairan Australia.

Setelah mengerjakan seismik di Vietnam, Kami tengah mengikuti single bider seismic marine di Australia, kata Elizar di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Rabu (28/8/2019).

Ia menjelaskan, tender tunggal itu disebabkan perseroan dianggap memiliki kemampuan untuk melakukan melakukan seismic marine di wilayah perairan Australia. Kita (ELSA) dianggap qualified oleh mereka, kata dia.

Namun, dia tidak merinci lebih jauh besaran nilai kontrak yang akan bukukan oleh perseroan. Hanya saja dia mengatakan lama pelaksanaan seismic tidak jauh berbeda dengan pengerjaan di Vietnam. Kalau di Vietnam satu bulan dan kalau di Australia kurang lebih sama, kata dia.

Oleh calon pemberi kontrak, jelas dia, ELSA diminta menyusun rencana kerja, besaran biaya dan waktu pelaksanaan survey. Kemungkinan setelah kapal suvey kami selesai dok dalam satu bulan kedepan baru menyusun rencana kerja, jelas dia.

Catatan saja, sepanjang paruh pertama 2019, perusahaan nasional penyedia jasa energi ini mencatat pendapatan konsolidasi sebesar Rp3,7 triliun atau tumbuh 29% bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,9 triliun.

Laba bersih juga meningkat 21% dari 128 miliar menjadi Rp155 miliar. [hid]

#ELSA #Elnusa
BERITA TERKAIT
Bursa Saham AS dalam Tren Pelemahan Sejak Oktober
Bursa Saham Eropa Coba Tembus Area Positif
PT Chandra Asri Cari Rp750 M di Pasar Obligasi
Koronavirus Bisa Gulung Bisnis di Kawasan Asia
Ketakutan Koronavirus Terus Terjadi di Bursa Asia
Bursa Saham AS di Level Terburuk
BTN Terbitkan Junior Global Bond US$300 Juta

kembali ke atas