EKONOMI

Kamis, 29 Agustus 2019 | 16:17 WIB

Permak Lembaga Vokasi Dorong Bisnis dan Industri

Permak Lembaga Vokasi Dorong Bisnis dan Industri
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Bandung - Agar pertumbuhan ekonomi nasional beranjak dari angka 5% perlu reformasi struktural, pemanfaatan demografi dan teknologi, serta peningkatan daya saing ekonomi.

Indonesia diprediksi menjadi negara berpendapatan tinggi pada 2036 dan dengan Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar kelima pada 2045. Di mana, penduduk usia produktif mencapai 41%.

Untuk menyongsong itu, Sumber Daya Manusia (SDM) pun harus disiapkan dengan baik, termasuk lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang berhadapan langsung dengan dunia industri.

"Jika Indonesia dan Jawa Barat ingin menjadi hebat, harus memenuhi tiga syarat yaitu pertumbuhan ekonomi dijaga pada angka minimal 5 persen, demokrasi kondusif, dan milenial atau Gen Z yang kompetitif," kata Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil di Bandung, Kamis (29/8/2019).

Dalam acara Capacity Building SMK Bisa: Link & Match dengan Industri Jawa Barat yang dihadiri para kepala sekolah dan guru, Kamil berujar, mengembangkan dan merevitalisasi pendidikan vokasi atau SMK merupakan salah satu upaya menyiapkan SDM Jabar yang berkualitas. Hal itu juga sesuai dengan arahan presiden bahwa fokus pembangunan di 2019 adalah peningkatan kualitas SDM utamanya melalui vokasi.

Tujuan revitalisasi lembaga vokasi adalah kecocokan alias link and match dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), misalnya dengan mendorong jurusan yang menjadi tren seperti jurusan kopi dan animasi, fokus kepada praktek, serta mendorong fleksibilitas sekolah dalam menyusun kurikulum bersama DUDI.

Terkait banyaknya jumlah pengangguran yang disumbang SMK, Emil mengatakan masalah tersebut dipengaruhi empat hal yakni laju ekonomi yang melambat, lulusan tidak punya fighting spirit, kurikulum tidak up to date, serta tidak adanya hubungan baik dengan industri.

Maka, tambah Kamil, diperlukan upaya bersama untuk menghadirkan iklim investasi yang baik agar industri terus tumbuh sekaligus membangun keselarasan antara kurikulum sekolah dan industri.

Tak lupa, diperlukan juga pendidikan karakter untuk membentuk lulusan yang punya spirit berjuang sesuai cetak biru generasi unggul Jabar Masagi. "Hari ini kita ingin semangat baru, kita buktikan 2045 negara Indonesia jadi adidaya," ujar dia. [ipe]

#PemprovJabar #LembagaVokasi #Industri
BERITA TERKAIT
Ekonomi Mandeg, Telunjuk Hanif ke Industri Fesyen
Tahun Depan,Awas Inflasi Tinggi karena Rokok Mahal
Untungkan Pabrik Rokok, YLKI Dukung Cukai Naik
Industri Makanan dan Minuman Masih Jadi Andalan
Pemprov Jabar Teken Pengembangan Project Thrive
Pepsi Minggat, Kemenperin Klaim Tidak Ngaruh
(Dubes RI Kawal Investasi) Sukses Besar Misi Bisnis Kadin Indonesia ke Swiss

kembali ke atas