GAYA HIDUP

Sabtu, 31 Agustus 2019 | 19:00 WIB

Elga Naldy Boyong Songket Koto Gadang ke Moskow

Elga Naldy Boyong Songket Koto Gadang ke Moskow
(Foto: inilahcom)

INILAH.COM, Jakarta - Desainer Elga Naldy bersiap mengenalkan keragaman budaya dan kain khas Indonesia ke mancanegara di ajang Collection Premiere Moscow (CPM) Internasional Fashion Trade Show di Rusia.

Dalam pameran busana yang digelar pada 3 - 6 September 2019 itu, Elga akan memboyong Songket Koto Gadang. Ega hadir di ajang tersebut bersama sejumlah desainer yang dipercaya mewakili Indonesia.

"Senang diberi kesempatan untuk menunjukan warisan budaya Indonesia salah satunya Songket Koto Gadang, Bukit Tinggi, Sumatera Barat. Saya ingin mengenalkan pada dunia, apa yang dimiliki leluhur saya," ungkap Elga di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Jumat, (30/8/2019).

Elga bercerita, saat melakukan riset untuk busana khas Minang Kabau, ia mendapat tawaran dari seorang sahabatnya Wawan Soeharto. Ajakan ini langsung disambut Elga karena merupakan kesempatan emas untuk berkiprah ke Rusia dan sekitarnya.

Tanpa membuang waktu lagi, Elga langsung menyiapkan segala sesuatu untuk keperluan pameran tersebut. Meski saat itu Elga yang sudah berkiprah di dunia fashion Hong Kong, India dan Singapura tengah sibuk menyiapkan show untuk Jakarta Fashion Food Festival 2019 dan juga menyiapkan busana-busana untuk Konser Nicky Astria.

Elga pun langsung memikirkan bagaimana caranya mengaplikasikan kain songket menjadi pakaian yang casual dan bisa dipakai untuk sehari-sehari.

"Kain songket kan di Minang, digunakan untuk acara-acara tertentu saja. Kebanyakan yang mengenakan songket ini kan hanya beberapa jam saja. Karena fisiknya memang kaku, terasa berat karena dibuat dari benang emas," demikian Elga.

Uniknya, Elga kali ini memadukan teknologi modern yang dipakai orang India dengan Songket Koto Gadang.

"Saya kan bolak balik ke India membuka usaha tekstil di sana. Lalu saya tawarkan bisa enggak orang sana buat seperti Songket Koto Gadang dengan teknologi yang ada. Ternyata mereka bisa menghasilkan kain mirip songket yang bisa dipakai untuk sehari-hari," ujarnya.

Meski melakukan perpaduan teknologi, Elga tidak menghilangkan pakem dari Songket Koto Gadang. Warna yang dipilih pun lebih ke warna alam, seperti, hijau, hitam, coklat, putih dan oranye.

Elga mengklaim, kekuatan disain Elga kali ini bermain dengan bordiran, kain-kain etnik khas Indonesia seperti kain songket Padang. Kain-kain tersebut disulap menjadi busana yang casual, dan sangat cocok utk dipakai sehari-hari. [adc]

#ElgaNaldy #Desainer #SongketKotoGadang
BERITA TERKAIT
Uniqlo Hadir di MOI
Jepang Masih jadi Incaran Wisatawan
Masyarakat Heboh Belanja Online Telepon Pintar
Vape Kurangi Dampak Buruk Orang Mati Karena Rokok
Mey Hasibuan Menjaga Lingkungan Lewat Daur Ulang
Ken Rio, Anak Muda Ambil Peran di Dunia Fesyen
Dofood Dorong Gaya Hidup Sehat Lewat Makanan Sehat

kembali ke atas