EKONOMI

Selasa, 03 September 2019 | 18:02 WIB

YLKI: Kompensasi PLN Terbesar Sepanjang Sejarah

Indra Hendriana
YLKI: Kompensasi PLN Terbesar Sepanjang Sejarah
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - PT PLN (Persero) akan memberikan kompensasi terhadap pelanggan yang terdampak pemadaman listrik beberapa waktu lalu senilai Rp865 miliar. Kompensasi ini mengacu Permen ESDM No 27/2017.

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia ( YLKI) Tulus Abadi menilai, kompensasi yang diberikan PLN terhadap masayarakat cukup besar. Bahkan, terbesar sepanjang sejarah PLN berdiri.

"Pemberian kompensasi kalau dihitung orang per-orang memang kecil. Tapi kalau kayak kemarin kejadian blakout maka kompetensi yang diberikan sangat besar nilainya sampai hampir satu triliun. Ini kompensasi terbesar sepanjang sejarah," kata Tulus di Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Sebab, kata dia, apabila nilai kompensasi ini dipakai untuk berinvestasi cukum membantu PLN. Terutama untuk menerangi daerah yang belum terlistriki atau untuk memperkuat sistem kelistrikan di suatu tempat.

"Ini kalau buat investasi sangat besar. Kalau untuk bangun gardu induk itu ada dua gardu yang bisa dibanhun. Dan satu gardu induk bisa melistriki ratusan rumah di desa," kata dia.

Menurut dia, pemberian kompensasi tersebut memang bukan yang pertama. Dimana PLN setiap tahun memberikan kompensasi pada pelanggan di seluruh Indonesia. Hal itu karena tingkat mutu pelayanan tidad sesuai.

"Setiap tahun PLN juga berikan kompensasi senilai Rp 30 miliar di seluruh Indonesia," ujar dia.

Dalam kesempatan ini dia meminta supaya PLN mensosialisasikan dengan baik kepada masyarakat. Agar masyarakat tidak kecewa. Karena pelanggan sudah mengetahui akan ada kompensasi tapi tidak mengetahui nilainya.

"Kedepan PLN harus mensosialisasikan pada pelanggan," kata dia.

Adapun pemberian kompensasi blackout tersebut yakni, pada Bulan September 2019 nanti. Para pelanggan PLN akan membayar lebih kecil tagihan bulanannya karena mendapat pengurangan tagihan sebesar kompensasi yang diberikan.

Nah, nilai kompensasi yang akan diberikan telah diperhitungkan sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No. 27 tahun 2017. Metodenya, mulai 1 September 2019 akan diberikan pengurangan tagihan listrik kepada dua golongan pelanggan PLN, yakni golongan adjustment dan non adjustment (subsidi).

Golongan adjustyment diberikan pengurangan tagihan 35% dari minimum tagihan pada bulan bersangkutan. Sementara untuk golongan non adjustment atau subdisidi diberikan pengurangan tagihan 20% dari total tagihan minimum bulan bersangkutan.

Lalu kepada pelanggan yang menggunakan listrik prabayar yang menggunakan token untuk pengisian ulang listriknya, maka kompensasi akan diberikan pada saat mereka membeli token. Pada saat pelanggan membeli token, mereka akan mendapatkan 2 nomor token terpisah.

Nomor token pertama berisi nilai pengisian pulsa listrik sesuai jumlah yang dibeli. Adapun nomor token kedua berisi jumlah kompensasi yang didapat pelanggan bersangkutan. Kedua token ini selanjutnya di-entry terpisah ke dalam alat meteran pelanggan. Metode dual token ini diterapkan dengan tujuan untuk transparansi, sekaligus kejelasan nilai kompensasi yang diterima pelanggan.

Total nilai kompensasi kepada para pelanggan yang terdampak blackout berdasarkan penghitungan sementara PLN, sebesar Rp865 miliar. Jumlah kompensasi itu diperuntukkan kepada 22 juta pelanggan PLN yang tersebar di Jawa Barat, Jakarta dan Banten yang terdampak blackout.[jat]

#YLKI #PLN #PemadamanListrik
BERITA TERKAIT
PT PLN Tarakan Gunakan Lembaga Sertifikasi ESDM
PLN Listriki Ribuan Pelanggan di Mentawai
PLN Gandeng TNI Amankan Jaringan Transmisi
Keterbatasan Fisik,Tak Jadi Hambatan Bangun Negeri
73 Calon Pegawai PLN Jalani Pembinaan Karakter
Maknai Bulan Muharram PLN Santuni 560 Yatim Dhuafa
PLN Employer Branding di Poltek Negeri Kupang

kembali ke atas