OLAHRAGA

Kamis, 05 September 2019 | 06:41 WIB

Hendra/Ahsan: Kami dan PBSI Saling Bantu

Arif Budiwinarto
Hendra/Ahsan: Kami dan PBSI Saling Bantu
(Foto: badmintonindonesia)

INILAHCOM, Jakarta - Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan berterima kasih atas bantuan PBSI atas dukungan sehingga bisa menjuarai banyak kejuaraan di tahun 2019.

Hendra/Ahsan memutuskan menempuh jalur profesional sejak 2018. Namun demikian, keduanya masih diperbolehkan berlatih di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta Timur dan dilatih oleh tim pelatih pelatnas yang dikepalai Herry Iman Pierngadi.

Meskipun sudah berkepala tiga, Ahsan/Hendra membuktikan diri mereka masih punya kualitas untuk bersaing dengan pemain yang usianya lebih muda. Sepanjang tahun 2019 berjalan, pasangan ganda putra berjuluk The Daddies itu sudah tiga kali jadi juara yaitu di ajang Selandia Baru Terbuka, All England serta Kejuaraan Dunia.

Selain kerja keras, menurut Hendra, ada kontribusi PBSI dibalik keberhasilan mereka di tahun 2019 ini.

"Kami mau berterima kasih kepada PBSI, selama ini kami diizinkan latihan di PBSI," kata Hendra.

"Kami pemain pro tapi tetap disupport oleh PBSI, pastinya senang, nggak semua pemain dapat kesempatan seperti itu. Kami sebenarnya masih latihan di pelatnas, tapi statusnya saja yang beda. Pelatih masih sama, makan tidur di sana, kami bersyukur lah, mungkin kalau kami benar-benar pro, pasti agak turun, soalnya dari segi sparring dan latihan pasti berpengaruh," Ahsan menambahkan.

Hendra/Ahsan mengatakan bahwa mereka dan PBSI saling bahu membahu untuk kemajuan bulutangkis Indonesia khususnya tim ganda putra. Sebagai pemain senior dengan segudang prestasi dan pengalaman, sosok kedua pemain ini sangat dihormati dan disegani para penghuni pelatnas yang sebagian besar pemain muda.

"Kami dan PBSI saling bantu, kami sebagai pemain senior. Mungkin kalau kami keluar, sosok pemain senior di pelatnas akan berkurang, walaupun nggak terlalu berpengaruh, tapi saya dulu mengalami sendiri. Waktu saya berpasangan dengan Bona (Septano), senior-senior kami seperti Hendra Setiawan/Markis Kido, Alvent Yulianto Chandra/Luluk Hadianto keluar dari pelatnas, jadi berasa buat kami, nggak ada yang 'narik'. Kami belum matang tapi sudah harus jadi ujung tombak, jadinya malah terombang ambing," ujar Ahsan.

Saat ini di pelatnas, Hendra/Ahsan pun tengah berupaya untuk membimbing para junior mereka demi terus tersambungnya rantai prestasi di ganda putra, termasuk komunikasi dan situasi yang kondusif di dalam tim.

"Jadi sekarang kami juga mau 'narik' pemain-pemain muda. Dari segi kami, kami juga butuh mereka untuk sparring kami."

"Namanya atlet, nggak bisa main sendiri. Mungkin sehebat-hebatnya Kevin/Marcus, kalau nggak ada siapa-siapa, mereka mau sparring sama siapa? Nggak bisa juga. Saya juga dulu begitu, kalau nggak ada siapa-siapa yang bantu ya nggak bisa juga. Jadi memang kami di ganda putra saling support, yang paling penting itu saling membantu," pungkas Ahsan.

#KejuaraanDunia #Ahsan
BERITA TERKAIT
Tekad Priscilla Tampil Impresif di Indonesia
Susy Apresiasi Capaian Indonesia di WJC 2019
(Denmark Open) Jelang Denmark Open, Ginting Pertajam Fokus
(Kejuaraan Dunia Junior 2019 Nomor Perorangan) Ganda Putra Raih Emas di Kejuaraan Dunia Junior
(World Junior Championships) Leo/Indah Harus Puas Jadi Runner-up
Piala Presiden Esports 2020 Resmi Digelar
Bottas Juara GP Jepang, Mercedes Juara Konstruktor

kembali ke atas