EKONOMI

Kamis, 05 September 2019 | 16:03 WIB

Strategi SKK Migas Tekan Biaya Operasional

Indra Hendriana
Strategi SKK Migas Tekan Biaya Operasional
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - SKK Migas akan menerapkan strategi baru untuk mendorong kegiatan di sektor hulu Migas. Tujuannya adalah untuk menekan biaya dalam rangka efisiensi.

Strategi baru itu salah satunya adalah, kontraktor bisa melakukan kerja sama pemanfaatan fasilitas ataupun infrastruktur. Tentunya ini akan diatur dalam kontrak.

"Harus sinergi, antar KKKS. Kami bangun klastering, enam sampai tujuh klaster, harus ada kerja sama. Infrastrukturnya jangan sendiri-sendiri, open access," kata Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Kata dia, pengadaan alat atau pemanfaatan infrastruktur bersama menjadi kunci penting dalam sistem klastering nanti. Sebab, kata dia, pembeliat alat yang sedikit harganya tentu mahal. Nah bila bersama-sama akan lebih efisien.

"Pengadaan bersama, kan kalau beli sedikit lebih mahal, kalau beli banyak lebih murah. Jadi harus konsolidasi kebutuhan kontraktor, itu baik," ujar dia.

Ketika sudah menjalankan sistem klaster dan pemanfaatan alat dan infrastruktur bersama maka kontrak penggunaan alat-alat juga akan berubah. "Ketiga perpanjangan kontrak, kalau cuma satu tahun akan mahal, makanya kami ciptakan kontrak jangka panjang, jelas Dwi.

Kemudian kontraktor juga akan didorong untuk menggunakan teknologi terbaru. Ini penting karena penggunaan teknologi baru pasti ada keuntungan dari sisi efisiensi.

"Misalnya own used gas. Itu kan untuk proses, itu konsumsinya sangat besar. misalnya gas, lifting gas, itu beda produksi dan lifting itu bedanya 15%-16%, yang dilifting tinggal 85%, itu harus dievaluasi," kata dia.[jat]

#SKKMigas
BERITA TERKAIT
SKK Migas Gandeng KKKS Gelar FM Forum 2019
(Cadangan Mulai Kritis) Pemerintahan Jokowi Diminta Pro Investasi Migas
Sampai Agustus Produksi Migas 2 juta BOEPD
(Tingkatkan Daya Saing) Pemerintah Kembangkan Kakao Berkelanjutan
(Salurkan Bantuan Benih Jagung) Kementan Bantu Korban Erupsi Gunung Sinabung
Pemerintah Sempurnakan Kebijakan Pertekstilan
Kementan Pacu Mekanisasi Kejar Lumbung Pangan 2045

kembali ke atas