EKONOMI

Minggu, 08 September 2019 | 05:09 WIB

Rizal Sindir Pembantu Jokowi yang 'China Minded'

Rizal Sindir Pembantu Jokowi yang 'China Minded'
Ekonom senior Rizal Ramli (Foto: Inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Ekonom senior Rizal Ramli melontarkan kritik keras atas peran Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan sebagai penghubung perusahaan asuransi China yang ingin membantu sengkarut BPJS Kesehatan.

Perusahaan asuransi yang dimaksud adalah Ping An Insurance. Luhut mengungkapkan, perusahaan ini telah menawarkan bantuan untuk mengevaluasi sistem Teknologi dan Informasi (TI) BPJS Kesehatan. Ping An Insurance merupakan subsidiari dari PA, holding jasa keuangan asal China.

Ada pejabat sok jago panggil aja China, ini pejabat setiap ada masalah China lagi China lagi. Saya bilang pejabat tersebut berhak dapat gelar duta besar kehormatan Beijing, China di Jakarta, ujarnya dalam sebuah diskusi di Kompleks DPR, Jakarta, Jumat (6/9/2019).

Menurut Rizal, kerja sama tersebut memiliki potensi bahaya yang bisa mengancam kedaulatan nasional. Sebab, pihak perusahaan bisa dengan leluasa mengakses data masyarakat yang mengikuti BPJS Kesehatan.

Kebayanag enggak, nanti kalau data sistemnya masuk dia kuasai data kesehatan kita. Bisnis model hari ini siapa yang punya data dia yang menang. Kalau data 160 juta nasabah BPJS sama saja nyerahin leher kita ke sana, papar mantan Menko Kemaritiman di Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo ini.

Rizal yang pernah menjabat Menko Ekuin di era Presiden Abdurrahman Wahid itu menyarankan, siapapun pejabat mestinya tak memiliki mental ketergantungan dengan negara lain. Dia meminta pejabat harus lebih dulu memikirkan kepentingan rakyat dan ketahanan nasional. Sebelum saran sesuatu pikirkan kepentingan rakyat, ketahanan nasional. Ada pejabat mantan tentara kok enggak ngerti prinsip ketahanan nasional, katanya.

Pada Senin (2/9/2019), Luhut buru-buru membantah dan memastikan tidak ada kerja sama antara Ping An Insurance dengan BPJS Kesehatan. Pernyataan ini sekaligus meluruskan adanya kabar kerja sama kedua instasi dalam mengatasi defisit BPJS Kesehatan.

Luhut mengaku hanya mempertemukan kedua belah pihak untuk saling bertukar pengalaman. Di mana, pihak Ping An sendiri dalam hal ini tengah berkembang melalui sistem teknologi untuk membantu pengembangan bisnis. "Saya tidak tahu (masalah kerja sama) saya cuma sebatas masukan aja. Intinya saya hanya mempertemukan aja, kata Luhut. [ipe]

#MenkoLuhut #BPJS #China #RizalRamli
BERITA TERKAIT
Ekonomi China Melambat, Apa Kabar Indonesia?
Anggota DPR Ini Tolak Kenaikan Iuran BPJS
Rizal Sebut RI Belum Merdeka dari Kesejahteraan
Iuran BPJS Naik 100% Berat, Nasdem Usulkan Ini
Potensi Swasta Gagal Bayar, Rizal Tantang SMI
RR: Tandem RI-Jepang Dorong Pertumbuhan Ekonomi
(Tingkatkan Daya Saing) Pemerintah Kembangkan Kakao Berkelanjutan

kembali ke atas