EKONOMI

Senin, 09 September 2019 | 16:54 WIB

Resesi Ekonomi Mengancam, Perbankan Bagaimana?

M Fadil Djailani
Resesi Ekonomi Mengancam, Perbankan Bagaimana?
Direktur Keuangan Bank Mandiri Panji Irawan (Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah perlu mewaspadai risiko resesi ekonomi global yang dikhawatirkan terjadi pada 2021. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pun sudah memberi sinyal bahwa ekonomi Indonesia akan bertumbuh lebih rendah di 2020.

Lantas gawatkah kondisi ini, bagaimana dengan nasib perbankan nasional? Apakah bakal terjadi krisisi kembali?

Menanggapi hal ini, Direktur Keuangan Bank Mandiri Panji Irawan santai-santai saja. Kata dia, saat ini, kondisi perbankan nasional dalam kondisi yang baik dan sehat dalam menghadapi setiap gejolak ekonomi, meski terus tetap berhati-hati.

"Kami melihat kondisi perbankan nasional juga masih cukup kuat menghadapi resiko-resiko yang timbul akibat tekanan ekonomi global, perang dagang dan pelemahan harga komoditas," kata Panji di Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (9/9/2019).

Dia memaparkan, saat ini, rasio kecukupan modal atau Capital Adequancy Ratio (CAR) perbankan nasional tercatat masih cukup tinggi, yaitu sebesar 22,6% pada bulan Juni 2019.

Selain itu, kualitas aset perbankan nasional juga terus membaik, dengan rasio Non Performing Loan (NPL) atau kredit macet yang terjaga di level 2,5%, angka ini menurun dibandingkan Juni 2018 yang sebesar 2,67%.

"Kami menyadari tantangan perbankan nasional kedepan akan terus meningkat. Tantangan-tantangan ini mungkin akan menekan permintaan kredit perbankan nasional. Pada saat yang bersamaan, bank-bank nasional pun akan lebih selektif
dalam penyaluran kredit mempertimbangkan prospek bisnis yang semakin ketat," katanya.

Namun demikian, ditengah peningkatan resiko dan ketidakpastian ekonomi tersebut, Panji melihat masih cukup banyak peluang-peluang bisnis bagi perbankan nasional baik peluang bisnis kredit dan bisnis transaksi.

Beberapa sektor yang prospektif adalah yang didorong oleh berbagai program Pemerintah, yaitu sektor jasa kesehatan, farmasi, pendidikan, ekonomi kreatif dan
pariwisata.

"Kami juga optimis pertumbuhan sektor infrastruktur kedepan masih akan baik. Selain itu, masih ada beberapa sektor lainnya yang memiliki prospek yang baik, yaitu sektor perdagangan dan sektor telekomunikasi sejalan dengan membaiknya daya beli masyarakat dan terus peningkatan penetrasi pengguna internet," katanya.

Selain itu kata Panji peran Bank Indonesia (BI) dalam mengelola kebijakan moneter dan peran Pemerintah dalam mengelola kebijakan, akan menghasilkan bauran kebijakan yang efektif dalam mendorong perekonomian nasional.

Sementara itu, perbankan nasional dalam menghadapi situasi ekonomi domestik dan global sekarang ini, akan selalu tetap memprioritaskan prinsip kehati-hatian dalam mengelola risiko bisnis dan portfolio kredit. [ipe]


#BankMandiri #KrisisGlobal #Perbankan
BERITA TERKAIT
Mandiri Karnaval, Puncak GBK Mandiri ISEE FEST
Peran Aktif Bank Pelat Merah Sejahterakan Petani
HUT Ke-21, Mandiri Bagikan Diskon untuk Nasabah
Ketika Ibu Negara Blusukan ke Perajin Tenun Bali
Kemarau Segera Berakhir, Kebutuhan Pangan Terjaga
Lima Tahun Jokowi, Ekonomi Masih Banyak Merahnya
Pameran di Swiss, Kopi Indonesia Banjir Peminat

kembali ke atas