DUNIA

Selasa, 10 September 2019 | 13:25 WIB

Trump: Perundingan dengan Taliban Sudah Mati

Trump: Perundingan dengan Taliban Sudah Mati
(Foto: BBC)

INILAHCOM, Washington DC--Presiden AS Donald Trump, mengatakan bahwa perundingan dengan Taliban untuk mengakhiri perang selama 18 tahun di Afghanistan telah "mati".

"Sejauh yang saya ketahui, rencana perundingan itu sudah mati," ujar Trump kepada wartawan kepresidenan, seperti ditulis BBC, Selasa (10/9/2019).

Pada akhir pekan lalu, Trump membatalkan rencana rahasia untuk mengundang delegasi Taliban ke AS setelah kelompok militan tersebut mengaku telah membunuh seorang tentara AS.

Kedua pihak hampir mencapai kesepakatan, dan Taliban mengatakan bahwa AS akan menjadi pihak yang "paling dirugikan" karena membatalkan perundingan.

Trump menjadikan penarikan pasukan AS dari Afghanistan sebagai tujuan utama kebijakan luar negerinya, namun kemudian meminta 14.000 tentara yang masih ada di sana: "Kita ingin keluar, tapi kita akan keluar pada saat yang tepat."

Trump sebelumnya akan menjamu Taliban dan Presiden Afghanistan Ashraf Ghani di rumah peristirahatan kepresidenan Camp David sebelum tiba-tiba membatalkannya.

"Mereka pikir mereka harus membunuh agar memiliki posisi negosiasi yang sedikit lebih baik," katanya kepada awak media, dan menyebut serangan tersebut sebagai "sebuah kesalahan besar".

"Kami telah menjadwalkan pertemuan. Itu adalah ide saya, dan ide saya pula untuk mengakhirinya. Saya bahkan tidak mendiskusikannya dengan siapapun," imbuh Trump saat bertolak dari Gedung Putih ke North Carolina untuk sebuah kampanye politik.

"Saya membatalkan (pertemuan di) Camp David karena mereka melakukan sesuatu yang seharusnya tidak mereka lakukan," ujarnya, mengutuk serangan yang menewaskan 12 orang, termasuk seorang tentara AS.

Trump sendiri telah dikritik karena membuka kemungkinan menjamu Taliban hanya beberapa hari sebelum peringatan serangan 11 September.

Akan tetapi, Trump membela langkahnya itu dengan mengatakan bahwa "menggelar pertemuan adalah hal yang baik, bukan hal buruk".

Taliban tidak pernah setuju untuk mengakhiri aksi kekerasan terhadap Afghanistan dan pasukan asing ketika negosiasi digelar. Enam belas tentaras AS sendiri telah terbunuh tahun ini.

Pada tahun 2001, pasukan pimpinan AS menggulingkan pemerintahan Taliban di Afghanistan karena para militan telah memberikan tempat yang aman bagi jaringan al-Qaeda untuk merencanakan serangan 11 September ke AS.

Dalam sebuah pernyataan, juru bicara Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan bahwa perundingan berjalan lancar hingga hari Sabtu pekan lalu.

Menarik diri dari proses perundingan damai sebelum penandatanganan kesepakatan--karena sebuah ledakan--menunjukkan kekurang-dewasaan dan kurangnya pengalaman AS, tambahnya.

Pertemuan yang diajukan di AS muncul setelah dilakukannya sembilan kali perundingan awal antara perwakilan AS dan Taliban, yang dilakukan di Doha, ibu kota Qatar.

Pada hari Senin, perunding utama AS mengatakan bahwa "pada dasarnya" ada kesepakatan damai.

Sebagai bagian dari proposal, AS akan menarik mundur 5.400 tentaranya dalam waktu 20 minggu, sebagai ganti dari jaminan Taliban bahwa Afghanistan tak akan lagi digunakan sebagai basis aksi terorisme.

Kini, Taliban menguasai lebih banyak wilayah daripada sebelum invasi AS tahun 2001. Mereka menolak mengadakan perundingan langsung dengan pemerintahan Afghanistan hingga jadwal penarikan pasukan AS selesai dibuat. [bbc/lat]

#perundingan #taliban-as
BERITA TERKAIT
Pemimpin ISIS Keluarkan Seruan Baru Bertindak
Trump Bantah Bersedia Bertemu Pemimpin Iran
AS Bakal Serang Iran
(Serangan Minyak Arab Saudi) Iran Kecam Tipu Daya AS
Dibilang Menstruasi Kotor, Siswi Gantung Diri
Gedung Putih Membenarkan Putra Osama Tewas
Texas Larang Pendeta Masuki Ruang Eksekusi

kembali ke atas