EKONOMI

Selasa, 10 September 2019 | 14:50 WIB

Pamit ke DPR, Firasat Susi Tak Diajak Jokowi Lagi?

Pamit ke DPR, Firasat Susi Tak Diajak Jokowi Lagi?
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Ada pemandangan tak biasa saat Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti rapat dengan Komisi IV DPR, Jakarta, Senin (9/9/2019). Susi pamitan, mungkin firasat tak masuk kabinet di periode II Joko Widodo (Jokowi)?

Adalah Wakil Ketua Komisi IV. Roemkono mengaku terharu saat rapat membahas anggaran bersama Menteri Susi Pudjiastuti. Ya, lantaran Susi menyatakan pamit sebagai menteri kepada Komisi IV.

"Tadinya saya tidak mau ngomong, tapi terharu, saya tidak ketemu ibu Susi lagi. Jadi pertama-tama saya atas nama pimpinan dan anggota sekalian, saya hanya bisa mengucapkan selamat kepada ibu Susi," kata Roemkono.

"Saya bisa membayangkan kalau presiden itu tidurnya hanya 4 jam berarti menterinya hanya tidur 3 jam, stand by selama tidak tidur dan kerja sangat berat," ujar politisi senior Partai Golkar ini.

Mendengar hal itu, Susi terlihat mengangkat kedua tangannya tangannya sambil mengepal. Dalam rapat itu, Susi Pudjiastuti pamit sebagai menteri ke Komisi IV DPR. Hal itu dia sampaikan karena masa jabatannya sebagai menteri akan habis bulan depan. "Officially yang saya tahu tanggal 20 nanti bulan depan saya selesai," kata dia.

Dia menyampaikan apresiasi kepada para pimpinan dan anggota Komisi IV yang selama ini menjadi mitra KKP. Juga dia menyampaikan terima kasih kepada Siti Nurbaya, Amran Sulaiman, dan Kepala Bulog Budi Waseso yang telah mendukungnya menjadi menteri.

"So, saya mohon maaf kalau banyak kesalahan yang saya buat, terutama kekeraskepalaan saya yang kadang-kadang, tapi untuk kebaikan Indonesia, untuk obsesi saya bahwa kita bisa membetulkan sesuatu Indonesia adalah negara besar," kata Susi.

"Dan saya pikir apa yang sudah terjadi dengan segala handicap kanan kiri sana sini, tapi saya pikir, kita bisa membuktikan Indonesia adalah negara maritim besar, terutama di bidang perikanan sekarang ini sudah luar biasa," ujarnya.

Dia juga mengatakan neraca perdagangan perikanan saat ini nomor 1 di Asia Tenggara. Bahkan, sebanyak 16% tuna yang dikonsumsi penduduk dunia, berasal dari laut Indonesia.

"Walaupun saya dikenal tukang nembakin kapal, tapi ya saya akan menjalankan amanah, bukan untuk pribadi. Jadi dengan segala kerendahan hati saya mohon maaf, saya tidak pernah berpengalaman jadi menteri sebelumnya, jadi mohon maaf," ucapnya.

Sepanjang Susi menahkodai KKP, sudah banyak prestasi yang berhasil diotorehkan. Perempuan pemilik maskapai perintis Susi Air ini, kondang dengan istilah 'Tenggelamkan'. Karena, sudah banyak kapal perompak ikan asing yang tertangkap dan ditenggelamkan.

Selain itu, sektor perikanan cukup berkontribusi positif bagi perekonomian nasional. Sepanjang kuartal II-2019, terjadi kenaikan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 30% atau setara Rp62,24 triliun. Selain PDB, nilai ekspor perikanan naik 7,44% sepanjang 2017 hingga 2018.

Sementara volume ekspor perikanan meningkat 4,45% yang berdampak kepasa surplus neraca perdagangan ikan US$ 4,41 miliar. Alhasil Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Kementerian KKP melonjak dari Rp300 miliar pada 2014 menjadi Rp1 triliun pada akhir 2018. Kementerian KKP juga menyumbangkan pemasukan pajak sebesar Rp1,6 triliun pada 2018, meningkat pesat ketimbang 2014 yang hanya Rp851 miliar.

Dia mengatakan, banyak yang tidak pantas dan yang tidak sepatutnya dia lakukan sebagai menteri. "Tapi saya mencoba dengan segala intuisi saya untuk menjaga sebagai pejabat tinggi negara semampu saya, tapi banyak hal yang saya juga tidak bisa, saya hanya orang biasa," ujar Susi.[ipe]

#PresidenJokowi #MenteriSusi
BERITA TERKAIT
Jokowi Inginkan Swasembada Beras, Begini Saran RR
(Bahas Ekonomi) Jokowi Terima Kunjungan Penasehat Presiden China
HTI Sukanto Tanoto Dicabut Demi Ibu Kota Anyar
UU KPK Direvisi, Awas Investor Siap-siap Minggat
Industri Tekstil Tutup, Jokowi Menyesal Kemudian
Bos Lawas Hipmi Akui Era Jokowi Masih Ada Monopoli
Di Depan Pengusaha, Jokowi Ingatkan Potensi Krisis

kembali ke atas