EKONOMI

Selasa, 10 September 2019 | 20:30 WIB

PTPP Garap Proyek PLTU di NTT dan Sulut

Indra Hendriana
PTPP Garap Proyek PLTU di NTT dan Sulut
(Foto: PTPP/PLTU/dok)

INILAHCOM, Jakarta - PTPP (Persero) melakukan penandatanganan kontrak pembangunan dua Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Sulawesi Utara (Sulut).

Adapun masing-masing pembangkit tersebut berkapasitas 2x50 MW berlokasi di Desa Panaf, Kupang Barat, Nusa Tenggara Timur. Pembangkit ini akan mengisi luasan sebesar 30 hektar.

Sementraa pembangkit lainnya berada di Desa Bolaang Mangitang Timur, Bolaang Mongondow, Sulawesi Utara, mengisi luasan sebesar 32 hektar milik PT PLN (Persero).

Acara penandatanganan kontrak dihadiri Direktur Utama PTPP, Lukman Hidayat beserta seluruh partner yang bertanggungjawab dalam penyelesaian proyek di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Senin (09/09/2019).

Lukman mengatakan, dalam kontrak tersebut, PTPP berperan sebagai kontraktor yang akan bertanggungjawab dalam penyelesaian proyek, dengan bekerjasama bersama beberapa partner. "Perseroan optimis dapat menyelesaikan proyek tersebut untuk unit pertama selama 36 bulan dan unit kedua selama 39 bulan," kata Lukman dalam keterangan resmi, Jakarta, Selasa (10/9/2019).

Dengan target tersebut, PTPP optimis kedua PLTU tersebut dapat beroperasi pada 2022. Proyek pembangunan PLTU Nusa Tenggara Timur dan Sulawesi Utara ini, akan menelan investasi dengan potensi nilai total investasi mencapai lebih dari Rp8 triliun. Di mana, nilai kontraknya mencapai Rp2,1 triliun. Dengan pembangunan PLTU NTT dan Sulut ini, diperkirakan akan melistriki beberapa desa dan kecamatan untuk di NTT, Sulut, dan sekitarnya. [ipe]


#PTPP #PLTU
BERITA TERKAIT
Road Map Biofuel Berbasis CPO akan Lebih Lengkap
Ini Dua Proyek Bandara Baru Dukung Wisata Jateng
INDEF: Pilih Menteri BUMN dari Profesional
Tahun Depan B30 Jalan, Bisnis Sawit Makin Cerah
Erick Thohir Diplot Menteri BUMN? PDIP Say No
PLN Serius Listriki Bumi Papua Lewat Program Ini
Bos Mahaka Lebih Pas Menpora Daripada Menteri BUMN

kembali ke atas