DUNIA

Rabu, 11 September 2019 | 08:02 WIB

Kabut Asap, 409 Sekolah di Malaysia Diliburkan

Kabut Asap, 409 Sekolah di Malaysia Diliburkan
Pemandangan Kuching, Ibu Kota Sarawak (Foto: BBC)

INILAHCOM, Jakarta--Malaysia meliburkan sekitar 409 sekolah dan mengrimkan setengah juta masker ke negara bagian Sarawak seiring meningkatnya kabut asap yang berasal dari kebakaran hutan di Indonesia.

Kabut asap tersebut sebegitu parahnya sehingga dianggap membahayakan kesehatan.

Pada Hari Senin lalu, pemerintah Malaysia sempat merencanakan membuat hujan untuk menurunkan tingkat polusi, sekalipun efektivitasnya diragukan.

Pihak berwenang di Singapura juga sudah mengantisipasi dampak buruk kabut asap apabila angin tetap bertiup ke arah mereka dari Indonesia.

Secara berkala beberapa negara di kawasan Asia Tenggara terkena kabut asap ketika dilakukan pembukaan lahan untuk perkebunan kelapa sawit, kompleks pabrik keras, maupun perkebunan tanaman lain di Indonesia.

Pemerintah Indonesia membantah adanya asap yang melintasi batas (transboundary haze) dari Indonesia.

Pihak berwenang di Sawarak, Malaysia meliburkan 409 sekolah di negara bagian itu karena tingkat polusi kabut asap yang dianggap membahayakan sekitar 150.000 orang murid sekolah di sana.

Menurut laporan kantor berita Reuters, indeks pencemaran udara di Sawarak sudah mencapai angka 201, yang digolongkan sebagai "sangat tidak sehat".

Badan penanggulangan bencana Malaysia, NADMA, mengatakan mereka juga telah mengirimkan sebanyak 500.000 masker ke negara bagian Sarawak.

Pejabat di Kementerian Lingkungan Sarawak Gary Theseira, kepada kantor berita AFP, mengatakan polusi akibat kabut asap di beberapa tempat "bisa berdampak buruk bagi kesehatan".

"Situasinya sangat parah di Kuching," kata Theseira. Di kota ini terdapat sekitar 500.000 orang.

Ia mengatakan pemerintah Malaysia siap menyemai awan untuk memicu hujan agar intensitas kabut asap berkurang.

"Begitu situasi awan mendukung, bahan kimia akan diangkut dan pesawat akan diberangkatkan untuk melakukan penyemaian," jelas Theseira.

Sejumlah negara melakukan penyemaian awan ketika dilanda musim kering berkepanjangan agar terjadi hujan, meski beberapa pakar mempertanyakan efektifitas penyemaian ini. [bbc/lat]

#Sekolah #Malaysia #Diliburkan
BERITA TERKAIT
Permaisuri Malaysia Dihina, Polisi Tangkap Aktivis
Korupsi 1MDB, Malaysia Berupaya Tarik Rp13 T
Pemimpin ISIS Keluarkan Seruan Baru Bertindak
Trump Bantah Bersedia Bertemu Pemimpin Iran
AS Bakal Serang Iran
(Serangan Minyak Arab Saudi) Iran Kecam Tipu Daya AS
Dibilang Menstruasi Kotor, Siswi Gantung Diri

kembali ke atas