PASAR MODAL

Rabu, 11 September 2019 | 10:40 WIB

Bursa Saham Asia Bergerak Beragam

Wahid Ma'ruf
Bursa Saham Asia Bergerak Beragam

INILAHCOM, Shanghai - Bursa saham di Asia diperdagangkan beragam pada Rabu pagi (11/9/2019) menjelang keputusan suku bunga Bank Sentral Eropa besok.

Saham China Daratan lebih rendah pada awal perdagangan, dengan komposit Shanghai tergelincir 0,12% dan komponen Shenzhen menurun 0,17%. Komposit Shenzhen juga menurun 0,117%. Indeks Hang Seng Hong Kong, di sisi lain, naik 0,26%.

Di Jepang, Nikkei 225 naik 0,49% di perdagangan pagi sedangkan indeks Topix naik 0,88%. Kospi di bursa Korea Selatan juga menambahkan 0,49%. Selama di bursa Australia indeks ASX 200 naik 0,23%. Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia ex-Jepang naik 0,07%.

Investor menunggu keputusan Bank Sentral Eropa tentang suku bunga pada hari Kamis pekan ini.

"Dewan Pemerintahan Bank Sentral Eropa kemungkinan akan memperkuat jalur dovish sampai setidaknya akhir tahun 2020, ketika mereka bertemu pada hari Kamis," tulis analis dari DBS Group Research dalam sebuah catatan seperti mengutip cnbc.com.

Pasar telah berjalan maju sendiri. Tanda-tanda bahwa ECB tidak memenuhi harapan dapat mengakibatkan pelonggaran posisi jangka pendek, "mereka memperingatkan.

Sementara itu, saham pemasok Apple di wilayah tersebut diperdagangkan lebih tinggi pada hari Rabu menyusul peluncuran produk terbaru raksasa teknologi berbasis Cupertino pada hari Selasa.

Pemasok komponen Jepang Murata Manufacturing naik 1,5% dan Sharp melonjak 4,98%, sementara LG Display Korea Selatan diperdagangkan 1,75% lebih tinggi. AAC Technologies yang terdaftar di Hong Kong juga naik 1,92%, sementara Largan Precision di Taiwan naik 2,78% seperti mengutip xx

Di sisi perdagangan, South China Morning Post melaporkan Selasa bahwa Cina telah menawarkan untuk meningkatkan pembelian pertanian A.S. sebagai imbalan atas keterlambatan tarif dan pelonggaran larangan pasokan terhadap raksasa telekomunikasi Huawei Technologies.

Semalam di Amerika Serikat, S&P 500 mengakhiri hari perdagangannya tepat di atas garis datar di 2.979,39 sedangkan Nasdaq Composite ditutup sedikit lebih rendah di 8.084,16. Dow Jones Industrial Average mengungguli karena naik 73,92 poin menjadi ditutup pada 26.909,43.

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, terakhir di 98,373 setelah diperdagangkan di bawah 98,4 untuk sebagian besar minggu ini.

Yen Jepang, sering dipandang sebagai mata uang safe-haven, diperdagangkan pada 107,59 melawan dolar setelah melemahnya dari level sekitar 106,8 awal pekan ini. Dolar Australia berpindah tangan pada $ 0,6851 setelah naik dari level di bawah $ 0,672 minggu lalu.

Harga minyak naik pada pagi hari jam perdagangan Asia setelah tergelincir pada hari Selasa setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan ia memecat penasihat keamanan nasional John Bolton, yang dipandang sebagai elang di Iran dan Korea Utara.

Patokan internasional berjangka minyak mentah Brent naik 0,42% menjadi US$62,64 per barel, sementara minyak mentah AS naik 0,54% menjadi US$57,71 per barel.

#BursaSaham #DolarAS #IHSG #TrumpEffect
BERITA TERKAIT
Ini Bukti Sensitifnya Isu Perang Tarif Bagi Bursa
Trump Tunda Kesepakatan Tarif Sebelum Pilpres 2020
Delegasi China Pulang Lebih Awal, Agenda Ini Batal
Harga Minyak Catat Pekan Terbaik Sejak Juni 2019
Harga Emas Naik Respon Ketengangan di Timteng
Inilah Pemicu Kejatuhan Bursa Saham AS
AS Tegaskan Ekonominya Tak Tergantung China Lagi

kembali ke atas