EKONOMI

Rabu, 11 September 2019 | 14:28 WIB

Gapki & IPB Bikin Pusat Studi Sawit Berkelanjutan

Gapki & IPB Bikin Pusat Studi Sawit Berkelanjutan

INILAHCOM, Bogor - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) meneken nota kesepahaman (MoU) dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) terkait pengembangan perkebunan dan industri sawit berkelanjutan.

Acara penandatangannya dilakukan kedua belah pihak di Gedung Andi Hakim Nasoetion, Bogor, Selasa (10/10/2019). Kerja sama ini bertitik berat pada kajian dan penilitian berbasis teknologi yang dapat digunakan untuk menjawab tantangan yang dihadapi industri kelapa sawit baik dalam negeri maupun luar negeri.

Peningkatan mutu produk, nilai ekonomi maupun aspek lingkungan menjadi isu-isu utama yang ingin dikaji. "Kerja sama ini sangat penting untuk menghadapi isu sawit di tingkat nasional dan internasional. Saya kira IPB memiliki potensi-potensi inovasi maupun teknologi mulai dari sisi on farm seperti pembibitan, pemiliharaan dengan best management practices, hingga processing," ungkap Arif Satria, Rektor IPB dalam rilis kepada media di Jakarta, Rabu (11/9/2019).

Arif menyatakan, Gapki merupakan mitra kerja sama potensial yang mampu mewadahi penilitian-penilitian yang ada. "Kami telah memiliki berbagai penilitian tentang sawit yang perlu disempurnakan dan diuji coba," tuturnya.

Saat ini, IPB sedang melakukan uji coba system pemupukan bernama Preciapalm yang dilakukan di Riau, Lampung dan Medan. Jika ujicoba ini berhasil, setidaknya 15% pupuk mampu dikurangi dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit. Selain itu, IPB juga melakukan penelitian tentang limbah sawit yang dapat diolah menjadi helm. Dengan adanya kerjasama ini, IPB mengharapkan dapat mengembangkan lini research & development agar penilitian-penilitian seperti ini dapat dimanfaatkan segera.

Dalam kesempatan yang sama, Joko Supriyono, Ketua Umum Gapki, memberikan apresiasi kepada IPB yang selama ini memberikan dukungan terhadap industri sawit. Ia menuturkan, hubungan 'mesra' ini akan memperkuat basis ilmiah industri kelapa sawit yang berkelanjutan. Kerja sama ini juga akan mewadahi terbentuknya pusat studi sawit.

Joko mengungkapkan dengan adanya pusat studi sawit diharapkan seluruh penilitian tentang sawit dapat berpusat pada satu lembaga. Sehingga suatu saat jika ada peneliti, expert atau siapapun yang ingin mencari tahu tentang sawit bisa ke sini. Tidak hanya itu, penilitian-penilitian yang sudah ini bisa dikembangkan lebih luas lagi," tuturnya.

Joko menambahkan Indonesia merupakan produsen, eksportir, bahkan konsumen terbesar sawit dunia, sudah saatnya pusat studi sawit ini dibentuk. Sehingga kita memiliki wadah untuk mencari, belajar dan meniliti sawit. Tidak hanya sebagai wadah namun lembaga ini juga akan mampu menawarkan solusi strategis terhadap isu-isu yang sedang dihadapi.

Lembaga ini dibentuk berdasarkan tridarma perguruan tinggi yang meliputi bidang Pendidikan, penelitian dan pengabdia pada masyarakat, sumberdaya manusia, ilmu pengetahuan, teknologi dan management yang mendukung pembangunan nasional berkelanjutan dalam rangka mencapai tujuan sustainable development goals.[tar]


#Gapki #IPB #SawitBerkelanjutan
BERITA TERKAIT
Tofan:Gapki Dukung Ketegasan Jokowi Atasi Karhutla
Penawaran Harga Setrum PLN Murah, Gapki Mengeluh
Ekonomi Makin Berat, Ekspor Sawit Masih Oke
Sawit Berkelanjutan, Minamas Selangkah Lebih Maju
Interkoneksi Kelistrikan Sulsel-Sultra Tersambung
KLHK Susun Rencana Selamatkan Badak Sumatera
Bea Cukai Sumbawa Ungkap Ratusan Ribu Rokok Ilegal

kembali ke atas