PASAR MODAL

Rabu, 11 September 2019 | 14:33 WIB

BEI Pantau Kenaikan Drastis Harga Saham MPOW

M Fadil Djailani
BEI Pantau Kenaikan Drastis Harga Saham MPOW
(inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah mencermati pola transaksi saham PT Megapower Makmur Tbk (MPOW). Hal tersebut lantaran telah terjadi peningkatan harga dan aktivitas saham yang di luar kebiasaan (UMA).

Demikian mengutip keterbukaan informasi BEI, Rabu (11/9/2019). Untuk informasi terakhir yang disampaikan perseroan pada 31 Juli 2019 mengenai laporan keuangan interim perseroan.

Kepala Divisi Penilaian Perusahaan 1, Adi Pratomo Aryanto mengatakan, investor diminta untuk memperhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa dan mengkaji kembali rencana aksi korporasi perseroan yang belum mendapatkan persetujuan RUPS.

Untuk harga saham MPOW pada penutupan 3 September 2019 berada di level Rp106 per lembar. Harga saham MPOW berada di level Rp264 per lembar pada penutupan 10 September 2019.

PT Megapower Makmur Tbk (MPOW) didirikan pada tanggal 01 Agustus 2007.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Megapower Makmur Tbk, yaitu: Bina Puri Power Sdn. Bhd. (56,00%), Kang Jimmi (8,40%) dan Low Soon Heng (5,60%).

Ruang lingkup kegiatan MPOW adalah bergerak di bidang pembangkit tenaga listrik. Saat ini, MPOW telah memiliki 8 lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dan 1 Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yaitu PLTD Toboali 1 (7x800kW), Mentok (6800 kW), Bengkalis (8800 kW), Toboali 2 (8800 kW), Selat Panjang (4800 kW), Siak (13800 kW), Pilang (12800 kW), Sungai Apit (7800 kW), dan PLTMH Bantaeng (22250 kW).

Pada tanggal 16 Juni 2017, MPOW memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham MPOW (IPO) kepada masyarakat sebanyak 245.100.000 saham dengan nilai nominal Rp100 per saham dengan harga penawaran Rp200 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 05 Juli 2017.

#MPOW #UMA
BERITA TERKAIT
BEI Cermati Kenaikan Harga Saham Ancora Resources
BEI Janjikan Perusahaan Rintisan Mudah Cari Duit
PT Adira Tawarkan Lagi Obligasi Senilai Rp1,19 T
Gerak Saham Perdana, TFAS Nyaris Auto Rejection
IHSG Sisakan Kenaikan 0,05% ke 6.223,093
Duet IPTV dan ICON+, Pengamat: Potensi Cuan Gede
Pejabat China Penuhi Undangan AS Bahas Tarif

kembali ke atas