METROPOLITAN

Rabu, 11 September 2019 | 15:06 WIB

Gubernur Anies Harap Warga Gunakan Angkutan Umum

Gubernur Anies Harap Warga Gunakan Angkutan Umum
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berharap sistem ganjil-genap dapat menambah jumlah penumpang angkutan umum. Adapun sistem ganjil-genap hanyalah perantara penggunaan angkutan umum.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, pemberlakuan sistem ganjil-genap diharapkan dapat membuat masyarakat lebih banyak menggunakan kendaraan umumm terlebih pihaknya terus menambah jumlah angkutan umum dan menambah jangkauan.

"Tujuannya akhirnya adalah Jakarta kota yang lebih ramah bagi semua. Perjalanan ke kantor ke tempat kerja jadi perjalanan yang tidak menghabiskan waktu kita bisa lebih produktif. Itu artinya jumlah kendaraan pribadi di jalanan lebih rendah," kata Anies di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2019).

Sistem ganjil-genap merupakan sistem pengendalian sementara sebelum diberlakukannya sistem jalan berbayar atau Elektronik Road Pricing (ERP). Anies menuturkan bahwa lelang ERP harus diulang lantaran akhir Agustus lalu kejaksaan Agung memberikan legal opinion.

Mantan Menteri Pendidikan itu berencana bekerja sama dengan direktorat jenderal aplikasi kementerian Komunikasi dan Informasi untuk mengubah tekhnologi terbaru dalam pengendalian kegiatan mobilitas penduduk di Jakarta.

"Jadi bukan hanya sekedar mengatur 1-2 ruas jalan tadi sebagai satu sistem terintegrasi antara lalu lintas kendaraan pribadi dan kendaraan umum," ungkapnya.

Untuk diketahui, sejak lelang ERP dilakukan tanpa mencantumkan satu tekhnologi tertentu pada 22 Juli 2018 lalu, panitia lelang di Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Jalan Berbayar Elektronik (JBE) telah mendapatkan tiga perusahaan peserta lelang yang memasuki tahap ujicoba tekhis dari Proof Of concept (POC) masing-masing penyedia. Diantaranya yakni Q-Free, Kapsch dan Bali tower.

Namun, Q-free perusahaan tekhnologi asal Norwegia dan Kapsch perusahaan tekhnologi dari Swedia yang pernah mengujicobakan perangkat ERPpada 2014 di ruas jalan Sudirman dan Kuningan, Jakarta Selatan. ERP sendiri memang direncanakan berlaku di dua ruas jalan yakni Jalan Sudirman dan Jalan Kuningan, Jakarta Selatan. [rok]

#AniesBaswedan
BERITA TERKAIT
Gerindra Pastikan Anies Butuh Wagub
Anies: Sopir Tak Perlu Tegang Setoran Kurang
Genap 2 Tahun Rakyat Terimakasih ke Anies
Genap 2 Tahun, Ini Program Dikerjakan Anies
Ada Kartu Kesejahteraan Sosial di Era Anies
Anies Sediakan Kebutuhan Pangan Terjangkau
Dua Tahun Kepemimpinan Anies di DKI Jakarta

kembali ke atas