NASIONAL

Kamis, 12 September 2019 | 02:00 WIB

Pemekaran Papua, Ini Kata Lenis Kagoya

Muhamad Yusuf Agam
Pemekaran Papua, Ini Kata Lenis Kagoya
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pertemuan sejumlah tokoh-tokoh Papua dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, merupakan bentuk aspirasi yang disampaikan dalam rangka menyikapi permasalahan di bumi cenderawasih ini.

Staf Khusus Presiden untuk Papua, Lenis Kogoya menyebut sejumlah tokoh Papua yang ikut dalam pertemuan dengan Presiden Jokowi itu sebagai tuan tanah dan sebagai orang tua yang dihormati dan dipatuhi oleh masyarakat Papua.

"Kalau pertemuan tokoh Papua dengan presiden itu bagian dari aspirasi. Jadi kalau secara adat yang di situ (ikut pertemuan di istana negara) ada tuan tanah yang datang, artinya mereka itu istilahnyasebagai orang tua di Papua itu," kata Lenis Kagoya saat ditemui di kawasan Kemang, Rabu (11/9/2019).

Dalam pertemuan tersebut, sejumlah tokoh adat, tuan tanah di Papua itu menyampaikan aspirasi untuk kepentingan umum, salah satunya mengenai revisi Undang-undang (UU) Otonomi Khusus (Otsus) Papua.

"Pertemuan disitu menyampaikan aspirasi, kita patut hargai karena menyampaikan aspirasi bukan secara individu. Tapi saya lihat bagian aspirasi untuk kepentingan umum, salah satunya revisi UU Otsus," jelasnya.

Sejumlah aspirasi yang disampaikan tokoh Papua, Presiden Jokowi bisa menjelaskan solusi permasalahannya, dan akan ditindaklanjuti sebagai Kepala Pemerintahan. Meskipun dari 7 wilayah adat yang ada di Papua, hanya ada satu tokoh adat yang ikut menghadiri pertemuan tersebut.

"Beberapa poin bisa juga pak presidem menjawab, karena disitu yamg datang satu (tokoh Papua) yang mewakili dari 7 wilayah adat. Misalnya manta atau tuan tanahnya yang datang," tuturnya.

Hasil dari pertemuan tersebut, sejumlah point yang hasilkan, akan sangat dihargai oleh masyarakat Papua dan memberikan gagasan baru.

"Artinya tuan-tuan atau tokoh-tokoh adat yang datang itu tokoh yang harus di hormati dan dipatuhi," ujarnya.

Lenis meminta tidak mempermasalahkan pertemuan sejumlah tokoh Papua dengan Presiden Jokowi, karena dalam rangka menyelesaikan permasalahan Papua pasca aksi massa yang berujung kerusuhan tersebut.

"Jadi saya sangat hargai dan akui orang tua punya gagasan itu, gak usah di persoalkan. Karena yang penting bagaimana caranya kita mendukung. Tokoh yang datang itu saya sangat hargai karena dia tuan tanah jadi apapun yang diusulkan itu, jalan saja," tegasnya.

Ketua Lembaga Masyarakat Adat Papua itu menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden untuk menindaklanjuti apa yang menjadi keluhan atau aspirasi dari tuan tanah adat yang sekaligus tokoh Papua.

"Kalau orang tua yang bicara harus dihargai itu. Karena yang menyampaikan itu tokoh yang datang itu orang tua. Kita serahkan kepada presiden," tandasnya. [wll]

#Pemekaran #Papua
BERITA TERKAIT
Kata Wiranto Soal Baku Tembak TNI-Polri dengan KSB
Polisi Tangkap Ketua KNPB Mimika
Persoalan Papua Tanggung Jawab Negara
(Tangani Masalah Papua) Bamsoet Ingin Gunakan Pendekatan Tanpa Perbedaan
Jokowi Kaji Bangun Istana Presiden di Papua
Tokoh Papua Sumbang Tanah untuk Istana Presiden
Jokowi Kaji Usulan Pemekaran Wilayah Papua

kembali ke atas