DUNIA

Kamis, 12 September 2019 | 08:17 WIB

Perekonomian Palestina Kian Terpuruk

Perekonomian Palestina Kian Terpuruk
(Foto: AFP)

INILAHCOM, Jenewa--Laporan PBB paling baru memperingatkan bahwa kawasan pendudukan Israel di Tepi Barat sedang menghadapi krisis sosial dan ekonomi gawat dan hampir ambruk.

Para pakar ekonomi PBB memperingatkan, keadaannya terus memburuk dan kini tinggal menunggu ambruknya saja. Menurut laporan UN Conference on Trade and Development (UNCTAD), seperti dilaporkan VOA, Kamis (12/9/2019), perekonomian Palestina secara keseluruhan hanya tumbuh kurang dari satu persen tahun lalu. Perekonomian di Tepi Barat tumbuh tiga persen, tapi di Jalur Gaza menciut tujuh persen.

Mahmoud Elkhafif, koordinator UNCTAD untuk penduduk Palestina, mengatakan tingkat pengangguran di Gaza telah melonjak lebih dari 50 persen.

"Karena tingkat pengangguran yang tinggi ini, kemiskinan juga melonjak. Hampir satu dari tiap dua orang Palestina di kawasan pendudukan, perlu bantuan kemanusiaan. Kemiskinan naik 29 persen, tapi khusus di Jalur Gaza tingkat kemiskinan itu mencapai 53 persen," katanya.

Kata Elkhafif, blokade Israel atas jalur Gaza selama 12 tahun terakhir telah mencegah pertumbuhan ekonomi. Keadaannya tambah buruk dalam dua tahun terakhir karena dana yang biasanya diserahkan kepada Otorita Nasional Palestina telah jauh berkurang.

Kurangnya sumbangan donor juga mencekik perekonomian Palestina. Keadaannya bertambah parah, karena Israel melarang impor barang-barang ke Gaza yang dianggapnya bisa digunakan untuk keperluan militer.

"Israel mengatakan, barang-barang itu bisa digunakan untuk keperluan militer, dan karenanya, penduduk Palestina tidak diperbolehkan mengimpornya. Ini termasuk pupuk dan obeng dengan spesifikasi tertentu dan barang-barang lainnya. Karena itu perekonomian Palestina boleh dikata sepenuhnya tergantung pada perekonomian Israel," dia menjelaskan.

Laporan UNCTAD melanjutkan, pendudukan Israel telah mencegah penduduk Palestina untuk mengembangkan sumber-sumber minyak dan gas alam di jalur Gaza dan Tepi Barat. Kalau diperhitungkan, semua kerugian itu bisa mencapai miliaran dolar.

Israel dan Mesir melancarkan blokade terhadap Jalur Gaza tahun 2007, setelah Hamas menyerukan penghancuran Israel. Israel mengatakan, blokade itu penting untuk melindungi warganya dari aksi teroris, serangan roket dan kegiatan bermusuhan lainnya, dengan mencegah Palestina mengimpor barang-barang yang bisa digunakan untuk kepentingan militer. [voa/lat]

#Perekonomian #Palestina #Terpuruk
BERITA TERKAIT
Israel Gerebek Kantor-kantor LSM Palestina
Walmart Berhenti Jual Rokok Elektrik
Kelompok Pro-Beijing Tarik Lennon Walls
(Serangan Kilang Minyak Arab Saudi) AS Berencana Kirim Serdadu ke Saudi
13 Marinir AS Terlibat Perdagangan Manusia
Protes, Pemimpin Oposisi Korsel Cukur Gundul
Mantan Diktator Tunisia Wafat di Pengasingan

kembali ke atas