TEKNOLOGI

Kamis, 12 September 2019 | 14:00 WIB

Kamus Digital Bahasa Bali Raih Penghargaan UNESCO

Kamus Digital Bahasa Bali Raih Penghargaan UNESCO
(ist)

INILAHCOM, Jakarta - Aplikasi kamus digital Bahasa Bali meraih penghargaan literasi dunia yang diselenggarakan oleh United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO), lembaga di bawah PBB yang mengurusi segala hal yang berhubungan dengan pendidikan, sains, dan kebudayaan

Penghargaan tersebut diberikan kepada organisasi di Bali yakni BASAbali, yang berupaya melestarikan Bahasa Bali melalui aplikasi kamus digital.

Atas upaya pelestarian bahasa daerah tersebut, BASABali mendapatkan The UNESCO Confucius Prize for Literacy yang diberikan di Paris, Prancis, pekan ini.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Asisten Direktur Jenderal UNESCO untuk bidang Pendidikan Stefania Giannini kepada Direktur BASABali Gde Nala Antara.

Saat menerima penghargaan, Gde Nala didampingi oleh Direktur Jenderal PAUD dan Dikmas Kemendikbud Harris Iskandar dan Dubes Wakil Delegasi Tetap RI untuk UNESCO Surya Rosa Putra.

Stefania Giannini mengatakan, pada tahun ini UNESCO merayakan Hari Aksara Internasional dengan tema Literacy and Multilingualism, sebab literasi memiliki keterkaitan dengan bahasa.

Berdasarkan data UNESCO Institute for Statistic pada tahun 2019 terdapat sekira 750 juta orang dewasa di dunia yang memiliki keterbatasan kemampuan literasi dasar.

"Saat ini ada sekitar 7.000 bahasa yang digunakan di lebih dari 200 negara, namun terdapat 2.680 bahasa yang nyaris punah," kata Giannini.

Sementara itu, Gde Nala menyebut bahwa program BASABali menggabungkan upaya pelestarian bahasa daerah melalui digitalisasi bahasa.

Gde Nala, yang juga merupakan Wakil Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Udayana ini, mengatakan program yang ia kembangkan merupakan integrasi pengembangan Bahasa Bali melalui kamus wiki, ensiklopedia, dan perpusatakaan virtual.

Sejak diluncurkan pada tahun 2011, BASABali Wiki telah digunakan lebih dari 500 ribu orang, kata Gde Nala.

Untuk menjamin kualitas dan akurasi bahasa, BASABali memiliki tim pakar yang memeriksa tiap kosa kata yang diunggah dalam laman mereka https://dictionary.basabali.org. Mereka juga menyajikan kosakata bahasa daerah Bali yang disalin ke dalam Bahasa Indonesia dan Inggris.

Surya Rosa menegaskan penghargaan itu merupakan pengakuan dunia. Menurutnya, kini Indonesia telah menjadi acuan bagi penyelenggaraan program literasi.

"Berdasarkan data UNESCO tahun 2019, Indonesia memiliki 707 bahasa daerah, atau yang terbanyak dari 29 negara yang menjadi target pengembangan literasi oleh UNESCO," kata dia.

Sebelumnya, pada 2012 silam, Indonesia juga mendapatkan penghargaan sejenis, yakni UNESCO King Sejong Literacy Prize.

Berdasarkan data UNESCO tahun 2019, Indonesia memiliki 707 bahasa daerah, atau yang terbanyak dari 29 negara yang menjadi target pengembangan literasi oleh UNESCO,' kata dia.

Adapun Harris Iskandar menegaskan bahwa kunci keberhasilan BASABali adalah melestarikan bahasa melalui penggunaan teknologi serta pemberdayaan masyarakat.

Hal itu, menurut dia, merupakan hasil berkolaborasi para akademisi, pemerintah daerah, seniman, dan berbagai komunitas untuk turut bersama mengembangkan aplikasi BASAbali. Bahasa daerah memiliki repertoar atau perbendaharaan kata yang amat beragam.

"Dengan adanya kolaborasi itu dapat memperkaya Bahasa Indonesia. Pemerintah telah berupaya memfasilitasi pengadopsian kosakata baru Bahasa Indonesia dari bahasa daerah. Lestarikan bahasa daerah, kembangkan Bahasa Indonesia dan kuasai bahasa asing," kata Harris yang juga merupakan anggota Global Alliance for Literacy UNESCO.

"Kemampuan menguasai bahasa menjadi pintu masuk untuk mempelajari berbagai keterampilan agar kita memiliki SDM yang unggul menuju Indonesia maju," pungkasnya. [ikh]

#BASABali #aplikasi #kamus #digital #UNESCO
BERITA TERKAIT
Ekosistem Kerja Sehat Tingkatkan Kinerja Karyawan
Investasi Besar AXA untuk Lindungi Data Pengguna
Cara AXA Mandiri Sikapi Tren Industri Digital
Satuair, Aplikasi bagi Para Pecinta Ikan Hias
IPA Convex 2019 Soroti Digitalisasi Industri Migas
Aplikasi Edit Wajah Zao Dianggap Tidak Aman
(Didominasi oleh Produk Buatan Dalam Negeri) Suzuki Jual 9.114 Unit Mobil Sepanjang Agustus

kembali ke atas