MOZAIK

Jumat, 13 September 2019 | 02:02 WIB

Memperbanyak Puasa di Bulan Muharram

Ustadz Afifuddin Rohaly MM
Memperbanyak Puasa di Bulan Muharram
(Foto: ilustrasi)

BULAN Muharram salah satu dari empat bulan Haram. Dan bulan-bulan haram adalah bulan-bulan istimewa bagi kaum muslimin. Setiap amal ibadah yang dilakukan pada bulan haram, maka Allah akan lipatgandakan pahalanya.

Pada bulan Muharram sendiri terdapat amalan khusus. Sebut saja misalnya puasa asyura. Puasa asyura ini tidak dapat dilakukan melainkan hanya pada tanggal yang telah ditetapkan di bulan Muharram. Maka siapa saja akan luput dari fadhilah puasa Asyura bila ia luput tanggal pelaksanaan puasa asyura.

Namun demikian Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam mengisyaratkan bahwa kita disunnahkan memperbanyak puasa di bulan Muharram. Karena berpuasa pada bulan ini merupakan sebaik-baik puasa setelah puasa di bulan Ramadhan.

Dari Abu Hurairah radliyallahu anhu, Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam bersabda, Puasa yang paling utama setelah Puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah Muharram.Seutama-utama shalat setelah shalat wajib, adalah shalat malam,. (HR. Muslim).

Imam Nawawi menuturkan bahwa hadits di atas adalah penegasan Nabi shalallahu alaihi wasallam sebaik-baik puasa (setelah puasa Ramadhan) adalah puasa pada bulan Muharram. Sedangkan Ibnu Rajab mengatakan bahwa puasa paling utama pada bulan-bulan Haram (Dzulqadah, Dzulhijjah, Muharram, Rajab) adalah puasa di bulan Muharram.

Semoga Allah memberi hidayah kepada kita. [*]

#Quraniy #AfifuddinRohaly
BERITA TERKAIT
3 Orang Ini Dicuekin Rasulullah dan Kaum Muslimin
Syair : Ruang Mahsyar
Menyakiti Orang dengan Bacaan Quran, Apa Maknanya?
Penyebab Dilipatgandakan Pahala oleh Allah
Kirim Pahala ke Mayit dengan Kumpulkan Orang?
Seluruh Kebaikan Ada di Tangan Allah
Hukum "Foreplay" Saat Hubungan Suami-Istri

kembali ke atas