NASIONAL

Kamis, 12 September 2019 | 19:03 WIB

Polri Sebut Irjen Firli Tak Langgar Kode Etik

Muhamad Yusuf Agam
Polri Sebut Irjen Firli Tak Langgar Kode Etik
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo (Foto: inilahcom)

INILAH.COM, Jakarta - Polri menegaskan Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Firli Bahuri tak melanggar kode etik seperti apa yang disampaikan Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang. Polri menyebut Irjen Firli yang saat itu dikembalikan dari Deputi Penindakan KPK dikembalikan ke Polri karena diangkat menjadi Kapolda Sumsel, bukan karena melanggar kode etik.

"Nggak dipulangkan tapi ditarik untuk mendapat promosi sebagai Kapolda. Nggak ada pelanggaran kok, gimana," jelas Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo kepada wartawan, Kamis (12/9/2019).

Brigjen Dedi mengatakan tuduhan melanggar kode etik terhadap Irjen Firli pun belum terbukti. Apalagi, ketua KPK, Agus Rahardjo kala itu juga menyatakan Irjen Firli tak melanggar kode etik karena bertemu dengan mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Nanang (TGB).

"Itu kan belum ada putusan terbukti, baru dugaan dan sudah dibantah oleh pak Agus (Ketua KPK)," ucapnya.

Pada Rabu (11/9), KPK menggelar konferensi pers menyampaikan pelanggaran kode etik berat yang dilakukan Irjen Firli pada saat menjabat Deputi Penindakan KPK. Namun Firli diberhentikan dengan hormat dan dikembalikan ke institusi asalnya, yaitu Polri.

Dalam konferensi pers itu, Penasihat KPK Tsani Annafari membeberkan rangkaian pertemuan yang membuat Firli dinyatakan melakukan pelanggaran etik berat.

Tsani awalnya menjelaskan pemeriksaan dugaan pelanggaran etik ini dilakukan setelah ada pengaduan masyarakat pada 18 September 2018. Dalam pemeriksaan, ditemukan fakta bahwa Firli melakukan sejumlah pertemuan, termasuk dengan mantan Gubernur NTB Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB).

Kemudian, pada 13 Mei 2018, TGB dan Firli kembali bertemu dalam acara Farewell and Welcome Game Tennis Danrem 162/WB di Lapangan Tenis Wira Bhakti. TGB dan Firli juga terlihat berbicara dan akrab dalam pertemuan ini.

Selanjutnya, KPK menyurati Komisi III DPR terkait capim KPK Firli Bahuri. Surat ini berisikan rekam jejak capim Firli yang dinyatakan KPK melanggar kode etik berat saat menjabat Deputi Penindakan KPK. [adc]

#Polri #CapimKPK
BERITA TERKAIT
Pelantikan Presiden Bukan Target Teroris
Polri: Tak Ada Upaya Gangguan Pelantikan Presiden
Logis Jika Polri Larang Demo Jelang Pelantikan
Polri Didesak Sita Aset Sertifikat PT GWP
106 Pengungsi Kembali, Polri Sebut Wamena Kondusif
Hemat Biaya, Polri Duga Korporasi Sengaja Karhutla
Polri Duga Akbar Luka Bukan Karena Dianiaya Polisi

kembali ke atas