EKONOMI

Kamis, 12 September 2019 | 18:45 WIB

Diterpa Berita Media, Manajemen BTN Makin Solid

Diterpa Berita Media, Manajemen BTN Makin Solid

INILAHCOM, Jakarta - Diterpa kabar miring di sejumlah media, manajemen BTN tetap solid dan bekerja lebih baik. Demi bisa merealisasikan target sesuai Rencana Bisnis Bank (RBB) Tahun 2019

"Kondisi kinerja yang solid dengan performa perusahaan on the track," tegas Direktur Bank BTN, Nixon LP Napitupulu menjawab sejumlah pemberitaan di media yang menyoroti perseroan.

"Tidak ada masalah dengan BTN. Saat ini perseroan dalam kondisi baik dengan dukungan manajemen yang solid. Kami berada dalam performa yang on the track sesuai target RBB sampai akhir tahun 2019," imbuh Nixon dalam keterangan tertulis kepada media di Jakarta, Kamis (12/9/2019).

Nixon menjelaskan, pemberitaan yang beredar terkait dengan BTN, cukup mengganggu fokus bisnis perusahaan yang sekarang menjadi tanggung jawab direksi hasil RUPSLB pada 29 Agustus 2019. Bahkan, beberapa nasabah menanyakan kebenaran berita tersebut.

Ya, Nixon benar. Bisnis perbankan tak ubahnya bisnis kepercayaan. Dalam hal ini, manajemen harus mampu menjaga agar nasabah tetap loyal dan trust kepada BTN. "Jadi saya harus tegaskan bahwa terkait masalah pemalsuan deposito Bank BTN tersebut telah diputus oleh pengadilan yang berkekuatan hukum tetap dalam perkara pidana dan perdata," paparnya.

"Bahwa persoalan tersebut saat ini dimunculkan kembali dan dalam pengembangan perkara, silakan proses itu berjalan dan saya meminta semua pihak untuk menghormatinya. Mari sama-sama kita hormati proses hukum itu dengan prinsip-prinsip praduga tidak bersalah," jelas Nixon.

Pemberitaan tersebut merugikan nama baik perseroan. Selama ini perseroan sangat mengutamakan Good Corporate Governance (GCG) dalam menjalankan bisnisnya. Sejak awal BTN telah bersikap kooperatif untuk menjaga dana nasabah secara proaktif melaporkan terduga komplotan kejahatan perbankan kepada Polda Metro Jaya pada 21 November 2016.

Proses proaktif BTN ini menyelamatkan sebagian besar dana nasabah. Perseroan juga telah membentuk cadangan risiko operasional yang tercatat dalam laporan keuangan audited BTN sejak 2016. Hal lni menunjukkan Bank BTN sebagai perusahaan berbadan hukum telah patuh dalam menjalankan bisnis secara GCG dan prinsip prudential banking practice.

Terkait proyek bermasalah yang dikutip dalam berita-berita beredar, Nixon menjelaskan, sampai dengan hari ini, proyek tersebut masih berjalan. Kredit itu diperuntukkan bagi rumah MBR sekaligus mendukung Program Sejuta Rumah. Selama ini BTN mendukung program tersebut yang dikelola Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Bisnis tetap harus berjalan. Saya bersama Direksi lainnya memberikan komitmen BTN akan mencapai target sesuai RBB sampai akhir 2019. Namun tetap BTN harus bersikap dalam menjaga nama baik," tukas Nixon.

Menurut Nixon, perseroan sedang melakukan penjajagan untuk mencadangkan haknya memproses secara hukum dugaan adanya tindakan para pihak yang merugikan nama baik Bank BTN sebagai institusi. Kita sudah melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian untuk melakukan proses pengembangan lebih lanjut mengenai hal ini, kata Nixon.

Informasi saja, kinerja BTN sepanjang Semester I-2019, menyatakan pertumbuhan aset 16,68% menjadi Rp312,4 triliun; kredit dan pembiayaan tumbuh 18,78% menjadi Rp251 triliun; porsi Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp219,8 triliun atau tumbuh 15,89%. Sementara pendapatan bunga mengalami pertumbuhan 19,81% (year on year/yoy) dari Rp10,67 triliun menjadi Rp12,78 triliun. [ipe]

#BTN #RUPSLB #BeritaMiring
BERITA TERKAIT
Digitalisasi Pengelolaan SDM, BTN Efisiensi Rp150M
Pasca RUPSLB, Inilah Susunan Pengurus WOM Finance
Realisasikan Sejuta Rumah, Tiga BUMN Bersinergi
BTN Jalankan Digitalisasi Pengelolaan Sektor SDM
Kepastian Spin Off BTN Syariah, Tunggu Tahun Depan
Jaga Permodalan, Ini Ancang-ancang BTN
Warga Diimbau Kenali HET Pupuk Subsidi Bantu Awasi

kembali ke atas