NASIONAL

Sabtu, 14 September 2019 | 11:09 WIB

Orang Dekat Khofifah Kembali Maju di Pilwali 2020

Orang Dekat Khofifah Kembali Maju di Pilwali 2020
(Foto: beritajatim)

INILAHCOM, Surabaya - Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Pergerakan Penganut Khittah Nahdliyah (PB PPKN), Gus Ali Azhara menjadi orang dekat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa keempat yang bakal bertarung di Pilwali Surabaya 2020.
Gus Ali Azhara yang masih keluarga Pondok Pesantren Al-Khoziny Buduran-Sidoarjo ini merupakan Timses Khofifah pada Pilgub Jawa Timur 2018. Dia juga pernah maju sebagai Caleg PPP untuk DPRD Jawa Timur dari Dapil Sidoarjo pada Pileg 2019, tetapi tidak berhasil terpilih.
Sementara, tiga orang dekat Khofifah yang sudah deklarasi maju antara lain mantan Juru Bicara Khofifah di Pilgub Jawa Timur KH Zahrul Azhar Asad (Gus Hans) yang juga Wakil Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur.
Kemudian, ada nama keponakan Khofifah yaitu Lia Istifhama yang juga pengurus Fatayat NU Jawa Timur. Ketiga, pengurus Muslimat NU Jawa Timur yakni Dwi Astuti. Keempat, Gus Ali Azhara.
Namun, Gus Ali Azhara mengatakan tidak ada yang boleh mengklaim paling mendapatkan dukungan atau restu dari Gubernur Jawa Timur Khofifah

Sebab, semua sama-sama orang dekat beliau.

"Kalau hanya foto bareng, semua juga punya foto bersama Bu Khofifah. Kalau memang didukung, harus dibuktikan dengan video dan surat dukungan dari Ibu Gubernur. Selama tidak ada bukti konkret, ya semua sama," katanya.
Gus Ali mengaku siap dan serius untuk maju di Pilwali Surabaya, karena telah berkomunikasi dengan sejumlah partai politik serta mendapat dorongan dari masyarakat Surabaya dan Madura di Surabaya, khususnya warga Nahdliyyin.
"Saya sudah komunikasi intensif dengan Partai Gerindra, PKB, PSI, PPP dan parpol lainnya. Paling tidak saya juga sudah bisa mengukur kekuatan kandidat lain yang juga akan maju di Pilwali Kota Surabaya," tandasnya.[beritajatim]

#PilkadaSerentak2020
BERITA TERKAIT
Pasutri Ditemukan Tewas dalam Kamar di Sidoardjo
(Kasus Kargo Harley) Saut: Saya Sudah Bolak-Balik Cengkareng
Saut Tak Tertarik Bahas Hukuman Mati Bagi Koruptor
Menteri PANRB: ASN Wajib Aturan SKB Radikalisme
Penuhi Hak Kaum Rentan, Komnas HAM Apresiasi MRT
Respon KPK Usai Jokowi Panggil Kapolri Soal Novel
BNNP Lampung Gagalkan Peredaran Sabu 41,6 Kg

kembali ke atas