EKONOMI

Senin, 16 September 2019 | 06:09 WIB

2020 Cukai Rokok Naik 23%, Darmin Sebut Itu Wajar

2020 Cukai Rokok Naik 23%, Darmin Sebut Itu Wajar
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Menko Perekonomian Darmin Nasution menilai wajar kenaikan cukai rokok sebesar 23% pada 2020. Karena sudah mempertimbangkan berbagai aspek.

"Pertimbangan cukai rokok, tahun lalu tidak naik, sehingga naiknya wajar kalau lebih besar," ujar Darmin di sela peringatan Hari Perhubungan Nasional 2019 di Jakarta, Sabtu (14/9/2019).

Ia menambahkan, besaran kenaikan cukai rokok itu juga telah mempertimbangkan beberapa aspek, diantaranya untuk menurunkan tingkat konsumsi. Hal itu berkaitan dengan agar terjaganya kesehatan masyarakat. "Kenaikan cukai rokok itu memiliki beberapa objektif, pertama adalah urusan menurunkan konsumsi karena alasan kesehatan," ucap Darmin.

Kemudian, lanjut dia, kenaikan cukai rumah rokok itu juga untuk mengoptimalkan penerimaan negara. Dalam RUU APBN Tahun Anggaran 2020, pendapatan cukai direncanakan Rp179,2 triliun.

Selain itu, ia menambahkan juga mempertimbangkan kelangsungan penyerapan tenaga kerja. "Nah, dari semua itu di timbang-timbang. Angkanya yang sudah diceritakan Bu Sri Mulyani," ujar Darmin Nasution.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah sudah memutuskan untuk menaikkan tarif cukai rokok sebesar 23%, serta harga jual eceran menjadi 35%. [tar]

#MenkoDarmin #Cukai #IndustriRokok
BERITA TERKAIT
Tim Ekonomi Jokowi Jilid II Harus Bisa Cuci Piring
Pertumbuhan Ekonomi, Lapangan Banteng Optimis 5,1%
KUR Sektor Produksi Sulit, Darmin Angkat Tangan?
(Jelang Kenaikan Cukai Rokok) Bupati Temanggung Perhatikan Nasib Petani Tembakau
Darmin: Investasi PSN Tembus Rp4.183 Triliun
Warga Diimbau Kenali HET Pupuk Subsidi Bantu Awasi
Zhongde Siap Kelola Sampah di Minahasa Utara

kembali ke atas