DUNIA

Selasa, 17 September 2019 | 08:25 WIB

AS Bakal Serang Iran

AS Bakal Serang Iran
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Washington DC--Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa AS siap "mengangkat senjata" untuk membalas serangan kilang minyak Arab Saudi.

Inilah untuk pertama kali Trump memberikan indikasi kemungkinan membalas dengan operasi militer atas serangan drone fasilitas minyak yang menyebabkan berkurangnya produksi minyak Saudi sampai sekitar setengah.

Serangan ini menyebabkan Saudi dan AS mengumumkan mereka mungkin akan menggunakan cadangan minyak mereka.

"Ada alasan untuk percaya siapa dalangnya, dan kami siap angkat senjata tergantung dari verifikasi, namun kami menunggu dari Kerajaaan (Saudi) siapa yang menurut mereka berada di balik serangan ini," kata Trump dalam cuitannya.

BBC hari Selasa (17/9/2019) melaporkan, AS telah mempublikasikan data satelit dan mengutip intelijen untuk mendukung tuduhannya bahwa Iran berada di belakang serangan terharap fasilitas minyak Saudi itu.

Iran membantah terlibat dalam serangan yang terjadi Sabtu silam, yang diklaim dilakukan oleh pemberontak Houthi yang berpihak pada Iran di Yaman.

Namun, pejabat AS yang tidak disebutkan namanya yang berbicara pada media internasional mengatakan arah dan tingkat serangan membuat keterlibatan Houthi diragukan,

Insiden ini telah memangkas pasokan minyak global sebanyak 5% dan harga minyak melonjak tinggi.

Menteri Luar Negeri Mike Pompeo menyalahkan Iran pada akhir pekan, tanpa memberikan bukti, mendorong Teheran balik menuduh Washington melakukan penipuan.

Beberapa pejabat AS yang enggan disebut namanya telah berbicara kepada New York Times, ABC dan Reuters.

Seorang pejabat mengatakan ada 19 titik dampak pada target dan serangan itu datang dari arah barat laut, bukan dari wilayah yang dikuasai Houthi di Yaman, yang terletak di barat daya fasilitas minyak Saudi.

Para pejabat itu mengatakan ini mengindikasikan bahwa lokasi peluncuran berada di sebelah utara teluk, yakni Iran atau Irak.

Koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman menuding Iran menyediakan senjata.

Gambar jarak dekat dari tangki-tangki yang rusak di fasilitas pengolahan minyak Abqaiq, menunjukkan titik tumbukan berada di sisi barat

Gambar lain menunjukkan kerusakan di ladang minyak Khurais, yang terletak lebih jauh ke barat.

Pada akhir pekan lalu, Irak membantah bahwa serangan diluncurkan dari wilayahnya.

Perdana Menteri Adel Abdul Mahdi mengatakan Pompeo sudah berbicara melalui sambungan telpon dan meyakinkannya bahwa AS mendukung posisi Irak.

Para pejabat yang dikutip oleh New York Times mengatakan perpaduan pesawat nirawak (drone) dan rudal jelajah mungkin telah dikerahkan dalam serangan tersebut, namun tidak semuanya mencapai target mereka di Abqaiq dan Khurais.

China dan Uni Eropa secara terpisah mendesak masing-masing pihak menahan diri.

Utusan PBB untuk Yemen Martin Griffiths mengatakan kepada Dewan Keamanan pada hari Senin bahwa "tidak sepenuhnya jelas" siapa yang berada di balik serangan tersebut, seraya mengatakan serangan itu telah meningkatkan potensi konflik regional.

Di Inggris, Menteri Luar Negeri Dominic Raab juga mengatakan belum jelas siapa yang bertanggungjawab, namun menyebut tindakan itu sebagai "pelanggaran sewenang-wenang terhadap hukum internasional". [bbc/lat]

#Iran #Serangan #Kilang #Saudi
BERITA TERKAIT
Karpet Merah untuk Presiden Rusia di Saudi
Raja Salman Setujui Pengerahan Pasukan Militer AS
AS Kerahkan Pasukan Tambahan ke Saudi
Perempuan Iran Bisa Nonton Langsung Sepak Bola
Perempuan Saudi Boleh Gabung Angkatan Bersenjata
Di Saudi, Asing Belum Nikah Boleh Nginap di Hotel
Serangan Granat di Kashmir, 4 Orang Terluka

kembali ke atas