MOZAIK

Rabu, 18 September 2019 | 10:00 WIB

Tamak Mempercepat Kematian

Tamak Mempercepat Kematian
(Foto: Istimewa)

SETEGUK air bisa sangat bermanfaat menghilangkan dahaga, terlalu melimpahnya air bisa bermakna banjir yang menenggelamkan dan melahirkan bahaya. Ternyata, yang lebih sedikit tidak selalu kurang bermakna dibandingkan yang banyak.

Syukuri saja yang kita miliki, dan nikmati saja apa yang ada di tangan kita, maka hidup akan terasa lebih mampu membuat kita tersenyum. Kalaulah kita ditakdirkan memiliki yang banyak, sungguh itu akan menjadi beban kalau dipikul dan dipikir sendiri.

Allah selalu ada untuk membantu mengatur dan menjaganya dengan cara kita berluas dada menggunakannya untuk membantu dan membahagiakan hamba-hambaNya. Kesombongan dan ketamakan yang selalu memanas-manasi pemiliknya untuk menjadi satu-satunya yang tiada tanding hanya akan menyebabkan ketertutupan jalan menuju kebahagiaan sejati.

Ada seorang lelaki yang rajin bekerja sampai menjadi kaya. Dia tidak kawin karena takut nanti kalau mati hartanya pindah ke tangan isterinya. Dia juga tak membangun rumah mewah karena takut kalau mati nanti akan ditempati orang.

Ketika sakit menjelang kematiannya, dimakannya emas dan uang yang dimilikinya karena takut pindah ke orang lain dan kemudian menjadi lebih kaya dari dirinya. Inilah yang menjadikannya semakin cepat menuju kematiannya. []

#Tamak #Kematian
BERITA TERKAIT
Kisahmu Telah Berakhir di Tengah-tengah Manusia
3 Orang Ini Dicuekin Rasulullah dan Kaum Muslimin
Syair : Ruang Mahsyar
Menyakiti Orang dengan Bacaan Quran, Apa Maknanya?
Penyebab Dilipatgandakan Pahala oleh Allah
Kirim Pahala ke Mayit dengan Kumpulkan Orang?
Seluruh Kebaikan Ada di Tangan Allah

kembali ke atas