DUNIA

Rabu, 18 September 2019 | 09:07 WIB

AS Tuding Drone Diluncurkan dari Iran

AS Tuding Drone Diluncurkan dari Iran
(bbc)

INILAHCOM, Washington DC--AS dilaporkan sudah mengidentifikasi lokasi di Iran, tempat dimana drone dan rudal jelajah diluncurkan dalam serangan terhadap fasilitas minyak Arab Saudi pada Sabtu lalu.

Para pejabat senior AS mengungkapkan kepada media bahwa lokasi itu berada di selatan Iran, di ujung utara Teluk. Demikian laporan BBC, Rabu (18/9/2019).

Seorang pejabat senior AS mengatakan kepada CBS News bahwa sebuah tim dari AS telah turun ke Abqaiq dan mengidentifikasi pesawat tak berawak dan rudal digunakan dalam serangan tersebut.

Reruntuhan akan dianalisis dan digunakan untuk menyajikan "kasus forensik yang sangat menarik" yang menjadi tanggungjawab Iran, tulis laporan tersebut.

Wakil Presiden AS Mike Pence mengatakan pada Selasa (08/09) bahwa AS sedang "mengevaluasi semua bukti" dan bahwa Menteri Luar Negeri Mike Pompeo sedang dalam perjalanan ke Arab Saudi "untuk membicarakan repons kami".

Dia menambahkan: "Amerika Serikat akan mengambil langkah apapun yang diperlukan untuk membela negara kami, pasukan kami dan sekutu kami di Teluk."

Angkatan Udara Saudi tidak menghentikan drone atau pesawat nirawak dan rudal itu karena mereka fokus pada pertahanan di sisi selatan, untuk menghindari serangan dari Yaman, mereka menambahkan.

Kendati begitu, Iran bersikukuh membantah keterlibatan mereka dalam serangan yang berdampak pada gangguan pasokan minyak global.

Pemberontak Houthi di Yaman, yang didukung oleh Iran, mengklaim mereka telah meluncurkan drone yang menghancurkan fasilitas pengolahan minyak terbesar di dunia, Abqaiq dan ladang minyak Khurais.

Mereka telah melancarkan beberapa serangan ke Arab Saudi sebelumnya, namun para pejabat AS mengatakan pada hari Minggu mereka percaya pesawat nirawak itu tidak diluncurkan dari selatan atau barat daya, namun sebaliknya, diluncurkan dari utara atau barat laut.

Presiden Iran Hassan Rouhani menyebut serangan itu sebagai tindakan balasan oleh "orang Yaman".

Harga minyak melonjak 20% setelah serangan, pada satu titik mencapai $71,95 per barel. Namun tampaknya gangguan pasar tidak seburuk yang ditakutkan karena tak lama kemudian harga minyak dunia kembali turun. [bbc/lat]

#konflik #as #iran
BERITA TERKAIT
Perempuan Iran Bisa Nonton Langsung Sepak Bola
Pencari Suaka AS Dikirim ke Hawaii
1.174 Warga Sipil Afghanistan Tewas
Warga Korea Selatan Enggan Menikah
Presiden Prancis: Jangan Cap Buruk Muslim
Presiden Turki Buang Surat Trump ke Tempat Sampah
Resor Trump Terpilih Lokasi KTT G-7 Tahun 2020

kembali ke atas