EKONOMI

Kamis, 19 September 2019 | 19:20 WIB

HTI Sukanto Tanoto Dicabut Demi Ibu Kota Anyar

HTI Sukanto Tanoto Dicabut Demi Ibu Kota Anyar
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) untuk PT ITCI Hutani Manunggal (IHM) milik Sukanto Tanoto dicabut. Demi keperluan pembangunan ibu kota anyar di Kalimantan Timur.

"Ya mudah-mudahan tidak lebih dari sebulan (prosesnya), kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro saat ditemui di Hotel Ritz 9Carlton Jakarta, Kamis (19/9/2018).

Bambang membenarkan, bahwa sebagian lahan yang ditargetkan menjadi tempat pemindahan ibu kota baru Republik Indonesia di Kalimantan Timur tersebut tercatat atas nama PT ITCI yaitu sebuah perusahaan tempat Sukanto Tanoto memegang saham.

Namun, Bambang menuturkan kepemilikan tersebut dalam wujud hak konsesi HTI sehingga secara kepemilikan sah lahan tersebut tetap berada pada pemerintah. Lahan itu milik negara, dari tahun berapa itu ada konsesi HTI di situ. Nah setelah kita lihat itu lokasi terbaik untuk ibu kota jadi artinya ada kebutuhan negara akan lahan tersebut, artinya ya diambil konsesi HTI-nya oleh pemerintah, ujarnya.

Mantan menteri keuangan Kabinet Kerja Jilid I Jokowi itu, menerangkan bahwa Kementerian PPN/Bappenas sudah meminta secara langsung kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk segera memproses pencabutan itu. Ya itu nanti oleh KLHK, kita sudah minta KLHK untuk mulai proses, ujarnya.

Bambang menjelaskan beberapa alasan yang mendorong pemerintah dalam mengambil hak konsesi HTI tersebut seperti lahan itu tidak berada dalam titik api yang memicu kebakaran hutan dan bukan lahan gambut serta tidak mengandung batubara. Ya sudah dipertimbangkan waktu itu dan di tanah itu tidak ada potensi sumber kebakaran karena tidak mengandung gambut dan batu bara, katanya.

Selain itu, lahan yang berstatus konsesi kepada swasta juga semakin memudahkan pemerintah untuk mengambil alih lahan tersebut kapan saja dan dalam jumlah berapapun sesuai dengan kebutuhan. Ya kan sudah diantisipasi, mereka sudah diberi tahu oleh KLHK ketika dapat HTI maka suatu saat kalau ada kebutuhan nasional bisa diambil atau ditarik, diambil setengah atau sepenuhnya, jelasnya.

Bambang juga menegaskan bahwa pencabutan tersebut tidak akan diberi ganti rugi sebab hal itu merupakan konsekuensi dari status konsesi. Ya hitung-hitungan, kita punya kebutuhan ibu kota baru yang menggunakan lahan yang dikonsesi oleh swasta dan itu akan kita ambil, ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia MS Hidayat pada Rabu (18/9/2019), mengatakan, lahan yang digunakan untuk pembangunan ibu kota baru di Kalimantan Timur merupakan milik seorang pengusaha, Sukanto Tanoto dengan status HTI. [tar]

#IbuKota #PresidenJokowi #SukantoTanoto
BERITA TERKAIT
Lima Tahun Jokowi, Ekonomi Masih Banyak Merahnya
Anang Ingatkan Jokowi Jilid II Jalankan UU Ekraf
Sebelum Susun Tim Ekonomi, Jokowi Disarankan Ini
Jelang Pelantikan Jokowi, BPS Catat Ekspor Anjlok
La Nyalla Sebut Palapa Ring Akselerator Ekonomi
Jokowi Ingin Palapa Ring Muluskan Perdagangan
Bank Dunia: Jokowinomics Jilid II Semakin Gelap

kembali ke atas