EKONOMI

Jumat, 20 September 2019 | 04:01 WIB

Investasi Pertanian 2020 Tembus Rp462,2 Triliun

Investasi Pertanian 2020 Tembus Rp462,2 Triliun
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Pertanian (Kementan), menyatakan, sebanyak 1.636 perusahaan tertarik untuk menanamkan modal di sektor pertanian. Nilai investasinya diperkiraan Rp426,2 triliun hingga 2020.

"Dari sistem one single submission (OSS), menunjukkan cukup banyak minat investasi di sektor pertanian dengan nilai investasi mencapai Rp426,2 triliun," kata Direktur Jenderal Perkebunan Kementan, Kasdi Subagyono di Jakarta, Kamis (19/9/2019).

Dengan potensi investasi tersebut, Kementan memperkirakan kebutuhan tenaga kerja pada 2020 untuk sektor pertanian sebesar 651.697 orang.
Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), investasi sektor pertanian selama 2009-2013 masih cukup rendah yaitu hanya sebesar Rp96,1 triliun.

Pada periode 2014-2018, investasi sektor pertanian meningkat tajam mencapai Rp240,8 triliun, atau naik 150,7% dibanding periode sebelumnya.

Dalam 5 tahun mendatang (2020-2024), pemerintah menargetkan investasi sektor pertanian mencapai Rp2.231,5 triliun dengan porsi penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar 55% dan penanaman modal asing (PMA) sebesar 45%.

Target tersebut meningkat 827% dibandingkan periode 2014-2018. sedangkan tenaga kerja sektor pertanian ditargetkan meningkat 3,26 juta orang (naik sebesar 8,4%). Secara makro, PDB sektor pertanian ditargetkan tumbuh di atas 5%.

Dari target nilai investasi tersebut, sub sektor perkebunan berkontribusi dengan persentase terbesar 73 persen atau senilai Rp1.567,1 triliun yang didominasi oleh komoditas sawit (integrasi dengan jagung dan ternak).

Sementara itu komoditas lainnya yang menopang investasi di sub sektor perkebunan adalah tebu (26% dari target total investasi sub sektor perkebunan 2020-2024), tembakau 1% dan lainnya seperti karet, kopi, kakao, rempah mencapai 3%.

"Kontribusi komoditas perkebunan menyumbang penerimaan negara dari sektor nonmigas sangat besar terutama dalam pembantukan neraca perdagangan komoditas pertanian," kata Kasdi.[tar]

#Kementan #Investasi
BERITA TERKAIT
(Warek IPB:) Ketahanan Pangan Oke dan Petani Lebih Sejahtera
(Kediri) Karantina Kementan Musnahkan Lagi 59 Paket
Kementan Dorong Satu Juta Petani Milenial Baru
(HPS 39 di Kendari) Kementan Hadirkan Pengolahan Kakao, Pompa Air 4.0
(Awal 2020) Lima Produk Perkebunan Organik Rambah Taiwan
Pacu Produksi Kedelai, Kementan Pakai Sistem Tusip
Hari ini Puncak Jambore Kementan Digelar

kembali ke atas