EKONOMI

Sabtu, 21 September 2019 | 13:17 WIB
(Bandara Siap Pakai)

Menhub Janji Ibukota Baru Tak Banyak Serap APBN

Wahid Ma'ruf
Menhub Janji Ibukota Baru Tak Banyak Serap APBN
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Balikpapan - Prasarana Transportasi yang ada di Ibu Kota Baru Negara yang terletak di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, sudah cukup memadai sehingga tidak membutuhkan investasi menggunakan APBN yang terlalu banyak.

Demikian disampaikan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat meninjau lokasi Ibu Kota baru. Untuk transportasi itu tidak mengeluarkan investasi yang terlalu banyak dari APBN karena modal dari Kalimantan Timur prasarana transportasinya sudah relatif baik dan banyak, sebut Menhub seperti mengutip dari laman resmi Kemenhub.

Menhub memberikan contoh untuk bandara di Balikpapan maupun di Samarinda telah dikelola dengan baik oleh PT Angkasa Pura I. Dengan demikian tidak memerlukan lagi anggaran APBN untuk pengelolaan maupun untuk investasi pembangunannya.

Seperti kita lihat tadi bandara itu kita tidak mengeluarkan uang karena di Balikpapan, AP I dengan kemampuannya sendiri bisa (mengelola dan berinvetasi), sedangkan bandara di Samarinda yang tadinya milik Pemda, Pak Gubernur sudah setuju kita buat kerja sama dengan swasta (KPBU). Mungkin bila nanti ada bandara ketiga, bisa dibiayai oleh AP I atau swasta sehingga negara tidak mengeluarkan anggaran, katanya.

Sedangkan di, sektor transportasi lainnya seperti kereta api, jalan tol dan pelabuhan, Menhub menyebutkan swasta akan turut dilibatkan dalam pembangunannya.

Pembangunannya bisa dilakukan dengan KPBU. Jadi dengan swasta yang menginvestasikan, jika pun defisit, kita hanya memberikan available payment yang kita bayar secara jangka panjang. Membangun Jalan tol pun pasti feasible karena jumlah penduduk Baikpapan itu banyak sekali, atau kalau yang sudah ada tinggal menggunakan. Kalaupun akan ke Mentawir kita tinggal menambah 20 km bukan suatu jumlah yang banyak. Laut pun begitu, karena untuk pelabuhan, swasta bisa membangun, jelas Menhub.

Sementara, untuk pembangunan sistem transportasi perkotaan, yang akan digunakan adalah transportasi umum yang bersifat eco friendly. Menurut Menhub yang perlu dibangun pertama sekali adalah kereta api karena KA adalah angkutan yang eco friendly, tepat waktu dan mampu mengangkut orang banyak.

Harus eco friendly karena ini adalah kota masa depan. Kita harus membangun kota yang berkelanjutan. Kita ingin model smart city dan Smart Mobility yang ramah lingkungan. Pergerakan-pergerakan harus dilakukan dengan angkutan massal berbasis energi listrik. Jika ini terjadi, bukan hanya menjadi ibu kota tapi juga menjadi destinasi wisata. Menurut hemat saya yang perlu dibangun pertama kali adalah kereta api, jelasnya.

Saat ini, untuk kota Balikpapan sudah mempunyai Bandara Internasional yakni Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman dan terdapat 3 (tiga) pelabuhan yakni Pelabuhan Semayang, Pelabuhan Kampung Baru dan Pelabuhan Kariangau. Sedangkan di kota Samarinda terdapat Bandara APT Pranoto dan Pelabuhan Samarinda.

Apalagi saat ini, tengah dibangun jalan tol Balikpapan-Samarinda sepanjang 99 km serta rencana pembangunan jalan tol Balikpapan-Banjarmasin sepanjang 560 km.

#BursaSaham #DolarAS #IHSG #TrumpEffect
BERITA TERKAIT
IHSG Awal Sesi Naik 0,2% ke 6.174,506
Utang Luar Negeri Naik 8,8% per Agustus
Harga Emas Berjangka Turun 1%
Bursa Saham AS Berakhir Naik Tajam
Apa Pertimbangan Investor Saat Ini?
Bursa Saham Asia Bermain Aman
IHSG Bisa Bangkit 0,5% ke 6.158,167

kembali ke atas