EKONOMI

Kamis, 03 Oktober 2019 | 12:20 WIB

Transformasi Digital BCA

Transformasi Digital BCA
Wakil Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Armand W Hartono menjadi pembicara dalam acara forum 5th ASEAN Marketing Summit, di Jakarta, Kamis (5/9/2019). (Istimewa)

SALAH satu kunci sukses adaptasi korporasi terhadap ragam perubahan di era digital harus dimulai dengan perubahan mindset dan pola kepemimpinan di perusahaan. Revolusi digital tersebut ditandai dengan semakin bermaknanya arti kecepatan, ketepatan, kemudahan, dan kenyamanan. Dengan value tersebut, kepemimpinan di era digital harus mampu menjawab kultur tersebut, baik secara online maupun offline di setiap perusahaan.

Itulah intisari dari pemaparan yang diungkapkan Wakil Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Armand W Hartono sebagai salah satu pembicara dalam acara forum 5th ASEAN Marketing Summit, di Jakarta, Kamis (5/9/2019).

Armand menguraikan, ekosistem digital yang mendorong perubahan di tengah masyarakat saat ini sangat mengandalkan kecepatan, ketepatan, kemudahan, dan kenyamanan. Perubahan dari kultur yang konvensional kepada era online, sambung pria murah senyum ini, menyebabkan korporasi bersentuhan dengan dunia digital melalui berbagai solusi digital.

Perubahan tersebut harus juga diikuti dengan perubahan kultur kepemimpinan yang mampu mengedepankan value yang sama. Kepemimpinan itu ibarat perangkat back end di fase offline yang menopang keseluruhan operasional online perusahaan, dengan kecepatan, ketepatan, kemudahan, dan kenyamanan yang sama.

Transformasi digital yang dilakukan BCA saat ini fokus untuk memberikan preferensi layanan digital yang lebih amandan nyaman kepada nasabah. Dimulai dari layanan internet banking, mobile banking BCA, Flazz BCA, e-wallet Sakuku, hingga solusi perbankan terkini, melalui fitur, di antaranya VIRA BCA, Webchat BCA, OneKlik BCA, QRku, BCA Keyboard, Buka Rekening Online, dan Cardless, imbuhnya.

Preferensi digital yang ditawarkan BCA tersebut lahir dari soliditas tim yang dibangun berdasarkan keutamaan kepemimpinan offline yang bersumber pada prinsip dan misi demi memberikan benefit kepada semua pemangku kepentingan, baik internal maupun ekternal perusahaan, tutup Armand.

Selain Armand, forum tersebut juga turut dihadiri Menteri Kepariwisataan Republik Indonesia Arief Yahya, Founder and Executive Chairman Markplus, Inc Hermawan Kertajaya, CEO Alodokter Nathanael Faibis, President Indonesia Esport Premier League Giring Ganesha, Head of Marketing Google INA Veronica Utami, CEO Clozette Roger Yuen, CEO Happy Fresh Guillem Segarra dan CEO MarkPlus Inc Iwan Setiawan. [*/adv]

#BCA #AdvBCA
BERITA TERKAIT
Siti dan Basuki Tancap Gas di Periode Dua Jokowi
Syahrul NasDem Dipilih Jokowi Gantikan Amran?
Kementan Ekspor Dedak Gandum Cilegon ke 4 Negara
Ekspor Kelinci Hias via Karantina Pertanian Naik
Pertamina Power Indonesia Ambil Proyek Bergengsi
(Bursa Menteri Perindustrian) Jokowi Ganti Airlangga dengan Agus Gumiwang?
Optimisme Paviliun Indonesia di Expo 2020 Dubai

kembali ke atas