EKONOMI

Sabtu, 05 Oktober 2019 | 06:07 WIB

Menhub Janji Angkutan Massal Penuhi Ibukota Baru

Wahid Ma'ruf
Menhub Janji Angkutan Massal Penuhi Ibukota Baru
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Balikpapan - Konektivitas dan aksesibilitas di Ibu Kota Baru akan sangat mengandalkan transportasi publik atau massal.

Demikian disampaikan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi saat menghadiri Kegiatan Talkshow Rancang Bangun dan Kesiapan Kalimantan Timur Sebagai Ibu Kota Negara, yang diselenggarakan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas, di Balikpapan, seperti mengutip dari laman resmi Kemenhub.

Di mana pun ibukotanya, untuk melayani konektivitas dan aksesbilitas, transportasi publik/massal seperti darat dan kereta api mutlak harus dibangun. Itu sangat dibutuhkan masyarakat, jelas Menhub.

Menhub menjelaskan bahwa Kota yang memiliki daya tarik adalah kota yang mempunyai konektivitas dan aksesibilitas yang baik. Konektivitas dan aksesibilitas yang baik bisa dilakukan dengan membangun MRT, LRT, Kereta Api dan Bus Listrik. Itu akan sangat memudahkan pergerakan masyarakat, ungkapnya.

Menhub mengatakan, Kemenhub menargetkan beberapa aspek yang harus dipenuhi di Ibu Kota Baru, seperti optimalisasi waktu tempuh penggunaan transportasi massal di Ibu Kota Baru.

Kami menargetkan perjalanan 20 KM, maksimal dapat ditempuh selama 30 menit dan 80 persen masyarakat, maksimal berjalan kaki 10 menit untuk menuju transportasi umum, ungkapnya.

Dalam rencana membangun infrastruktur transportasi di Ibu Kota Baru, Kemenhub mempunyai konsep Smart City, Smart Mobility. Konsep tersebut mendorong orang untuk menggunakan transportasi massal, berjalan kaki dan bersepeda dengan fasilitas yang people dan eco friendly.

Lebih lanjut Menhub Budi menyatakan bahwa 75 persen angkutan umum yang akan dibuat berbasis listrik dan berbahan bakar ramah lingkungan. Selain itu Kemenhub menargetkan pada jam sibuk, masyarakat bisa menggunakan transportasi umum dan meninggalkan mobil pribadi.

Dengan adanya dialog nasional ini Menhub Budi berharap dapat memberikan saran dan ide kepada Pemerintah dalam pemindahan ibu kota. Pemerintah melalui Kementerian PUPR mulai hari ini hingga 18 Oktober 2019 membuka sayembara desain wilayah ibukota baru.

Sayembara tersebut dilakukan agar masyarakat dapat berpartisipasi dalam pemindahan ibukota baru ke Kalimantan Timur.

"Saya pikir dialog yang banyak dengan warga, media, tokoh masyarakat ini bagus memperkaya eksekusi kita dengan suatu eksekusi yang lebih sesuai dengan harapan kita," tutur Menhub Budi.

#IbukotaBaru #Smartacity #MenhubBudi
BERITA TERKAIT
Kemenhub Segera Tambah 3 Dermaga di Bali
(Menhub Budi Karya:) Pembangunan Bandara Perintis Itu Indonesia Sentris
Bom Mapolrestabes Medan, Gojek Siap Bantu Polisi
Bom Mapolrestabes Medan, Menteri Budi Sentil Gojek
Inilah Cara Menhub Optimalkan Tol Laut
Pegawai PLN Bantu Listrik Gratis 658 KK di NTT
Iuran Naik, 2.500 Peserta Turun Kelas

kembali ke atas