EKONOMI

Selasa, 08 Oktober 2019 | 12:11 WIB

Industri Makanan dan Minuman Masih Jadi Andalan

Indra Hendriana
Industri Makanan dan Minuman Masih Jadi Andalan
Sekjen Kemenperin, Achmad Sigit Dwiwahjono

INILAHCOM, Padang - Industri makanan dan minuman (mamin) masih menjadi andalan untuk menopang pertumbuhan industri manufaktur dan ekonomi nasional pada 2019.

Sinyalemen itu dicerati dari jumbonya kontribusi sektor industri mamin terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang merupakan cerminan dari pertumbuhan ekonomi nasional. "Pada sektor industri makanan, minuman dalam lima tahun terakhir tumbuh paling tinggi, kata Sekjen Kemenperin, Achmad Sigit Dwiwahjono dalam Workshop bertajuk Pendalaman Kebijakan Industri di Padang, Sumatera Barat, Selasa (8/10/2019).

Sepanjang semester I-2018, kontribusi sektor makanan minuman terhadap PDB mencapai 6,33%. Saat itu, Kemenperin mencatat pertumbuhan industri mamin sebesar 7,91%. Melampaui pertumbuhan ekonomi nasional 2018 yang berada di level 5,17%.

Dari perspektif pertumbuhan produksi industri manufaktur besar dan sedang di triwulan IV-2018, industri mamin mengalami kenaikan 3,90% (year on year/yoy) terhadap triwulan IV-2017. Salah satu pemicunya adalah melonjaknya produksi industri minuman yang mencapai 23,44%.

Sedangkan industri makanan menjadi salah satu sektor yang menopang peningkatkan nilai investasi nasional. Pada 2018, kontribusinya mencapai Rp56,60 triliun. Total realisasi investasi di sektor manufaktur sepanjang 2018, mencapai Rp222,3 triliun.

Ke depan, masih kata Sigit, pemerintah akan terus memperioritaskan industri ini. Tujuannya akan industri makanan, dan minuman lebih besar lagi berkontribusi terhadap negara. "Industri makanan dan minuman jadi prioritas. Tidak hanya mentrigger ke lebih tinggi tapi juga penyerapan tenaga kerja, kata dia.

Untuk itu, industri makanan dan minuman nasional saat ini perlu terus melakukan upaya-upaya strategis untuk semakin memacu daya saingnya agar mampu berkompetisi di tingkat global. [ipe]

#Kemenperin #Industri #Manufaktur
BERITA TERKAIT
Harga Gas Industri Batal Naik, Ini Dampaknya....
(Pulau Komodo Hanya untuk Orang Kaya) Komodo Eksklusif, Wisatawan Bisa Beralih ke Rinca
Kemendes Harap Kagama Kontribusi Aktif untuk Desa
Kementan: Indonesia Taat Sebagai Anggota WTO
PLN Berikan Bantuan Penanaman Bibit Pohon
Menteri Koperasi dan UKM Terima Ketua Umum Dekopin
Baru Menjabat,Erick Thohir Bongkar Pasang Eselon I

kembali ke atas