NASIONAL

Kamis, 10 Oktober 2019 | 09:03 WIB

14 Orang Jadi Tersangka Rusuh Di Wamena

14 Orang Jadi Tersangka Rusuh Di Wamena
Kapolres Jayawijaya AKBP Tonny Ananda Swadaya

INILAHCOM, Papua - Polres Jayawijaya hingga saat ini menetapkan 14 orang sebagai tersangka kerusuhan pada 23 September 2019 di Wamena.

Sebanyak 12 orang di antaranya sudah ditangkap dan dua orang lainnya masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kapolres Jayawijaya AKBP Tonny Ananda Swadaya mengatakan di antara 12 orang telah ditangkap, dua diantaranya masih dirawat di klinik Polres berinisial AMU dan RA.

Untuk dua orang yang masih dalam pengejaran atau masuk dalam daftar pencarian orang adalah YA dan HW salah satunya merupakan kepala kampung di Jayawijaya dan satunya merupakan mahasiswa, kata Tonny Ananda saat jumpa pers di Mapolres Jayawijaya, Rabu (9/10/2019).

Berbagai alat bukti seperti panah, busur, pisau, parang dan kampak serta batu berhasil disita pihak kepolisian saat mengamankan para pelaku rusuh. Ada juga jerigen yang isinya bensin yang digunakan untuk membakar, katanya.

Selain itu polisi juga menyebutkan peran para tersangka ini ada yang melakukan pembakaran, ada yang melakukan pembunuhan, melakukan penyerangan terhadap masyarakat, ada yang sebagai koordinator lapangan. Di antaranya ada kelompok dari pelajar, mahasiswa dan juga ASN yang terlibat.

Bahan bensin yang digunakan untuk membakar ini didapat dengan cara menjarah dari para penjual BBM eceran, ada pula yang sudah dipersiapkan, katanya.

Di tempat yang sama Kasat Reskrim Polres Jayawijaya, AKP Suheriadi menyebut jika pelaku atau tersangka ini dibagi menjadi empat kategori, ada masyarakat umum biasa, pelajar, mahasiswa dan ASN.

Untuk ASN di Jayawijaya inisialnya SK, pelajar ada dua orang yaitu RH dan AU, berstatus mahasiswa ada dua, AK dan LE dan sisanya dari tujuh orang yang ditetapkan tersangka merupakan masyarakat umum, kata Suheriadi.

Selain itu kata dia, ada juga dua orang yang masih DPO yakni YA yang merupakan oknum kepala kampung di Jayawijaya dan juga mahasiswa berinisial HW yang merupakan perangkat dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) di salah satu perguruan tinggi di Wamena.

Kepala kampung ini bentuknya keterlibatan langsung sesuai dari saksi-saksi yang kita peroleh dan periksa, kemudian dari rekaman yang kita dapat ia adalah aktor yang menggerakan dan mengumpulkan massa dari daerah Kurima, bergabung dengan massa di Jagara dan di seputaran Megapura untuk lakukan perusakan dan pembakaran di seputar Wouma, ujar dia.

Jadi, yang sudah ditangkap 12 orang, sembilan yang dihadirkan saat gelar perkara ini, satu dalam pemeriksaan, dua masih di klinik, dua masih DPO sehingga total 14 orang, katanya.

Pasal yang disangkakan kepada para tersangka pasal 170 KUHP tentang kekerasan yang dilakukan terhadap yang dilakukan bersama-sama (pengeroyokan) dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara, pasal 160 KUHP tentang penghasutan, ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara, kemudian pasal 187 KUHP tentang pembakaran yang menimbulkan bahaya nyawa orang dan bahaya umum dengan ancaman terberat dengan ancaman hukumannya 12 tahun penjara.

#Polisi #PelakuRusuh #Papua #Tersangka
BERITA TERKAIT
Teman Ngaji Pelaku Bom Medan Diamankan Polisi
Aparat Sita Barang di Rumah Guru Ngaji Pelaku Bom
Ini Pengakuan Mertua Pelaku Bom di Medan
Istri Pelaku Bom Medan Lebih Dulu Terpapar Radikal
Polisi Bantah Pelaku Bom Medan Driver Ojol
PBNU Kecam Aksi Bom Bunuh Diri di Medan
Istana Perintahkan Aparat Cepat Tangani Bom Medan

kembali ke atas