DUNIA

Rabu, 16 Oktober 2019 | 11:23 WIB

Pemakzulan Trump, Ukraina Khawatir Jadi Korban

Pemakzulan Trump, Ukraina Khawatir Jadi Korban
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dan Presiden AS Donald Trump (Foto: AP Photo)

INILAHCOM, Kyiv--Ukraina berada di pusat proses pemakzulan Presiden AS Donald Trump. Seperti dilaporkan wartawan VOA Henry Ridgwell dari ibukota Ukraina, Kyiv, negara itu khawatir menjadi korban perselisihan politik yang sengit di Washington.

Setelah mengalami revolusi dan perang, Ukraina didera ancaman ekonomi dan eksistensial. Negara itu terkejut dan bingung mendapati diri berada di pusat pertikaian presiden AS.

Irina, seorang warga Kyiv mengatakan,"Sejujurnya, menurut saya, ini adalah masalah antara Partai Republik dan Demokrat. Ini bukan masalah kita."

Presiden AS Donald Trump mengklaim, saingannya dari Partai Demokrat, mantan Wakil Presiden Joe Biden, memaksa pengunduran diri Kepala Kejaksaan Ukraina saat itu Viktor Shokin untuk melindungi keluarganya--tuduhan yang dibantah keras oleh Biden.

Shokin sebelumnya menyelidiki dugaan korupsi di perusahaan energi, Burisma, di mana putra Joe Biden, Hunter, duduk dalam dewan direksi. Wakil Shokin pada saat itu, David Sakvarelidze, yang juga mantan wakil jaksa, mengatakan kepada VOA bahwa bosnya digulingkan karena ia tidak efektif.

"Saya yakin tuntutan Amerika dan komunitas internasional untuk memecat Shokin adalah hasil logis dari korupsinya dan, bisa dikatakan, ketidakcocokannya dengan era pasca-Maidan (pasca-revolusi) di Ukraina," tukas David Sakvarelidze.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy terpilih pada April lalu atas janji akan menuntut para pejabat yang korup. Ia harus menghindari terjebak krisis AS, ujar wartawan dan mantan anggota parlemen Serhiy Leshchenko, yang bertugas di komisi anti-korupsi parlemen.

"Risikonya adalah terlibat konflik di pihak Republik atau Demokrat. Satu-satunya cara mengurangi kerusakan itu adalah tetap netral," kata Leshchenko.

Presiden Trump menolak klaim bahwa ia mendesak Ukraina untuk menyelidiki Biden. Krisis diplomatik itu terjadi sementara Ukraina mencoba bernegosiasi dengan Rusia untuk mengakhiri perang di wilayah Donbas timur.

Banyak warga Ukraina merasa kecewa, menurut analis Institut Masa Depan Ukraina, Ilya Kusa.

"Mereka bahkan mengatakan bahwa Amerika tidak tertarik pada Donbas, mereka tidak tertarik pada Krimea, mereka tidak tertarik pada perjuangan kami melawan Rusia," ulasnya.

Perselisihan politik di AS, telah memprovokasi daya tarik - tetapi juga ketakutan atas komitmen Barat, sekutu kunci Ukraina, bahkan sementara tentaranya terus berjuang dan mati di garis depan konfliknya dengan Rusia. [voa/lat]

#Pemakzulan #Trump
BERITA TERKAIT
Pemakzulan Trump, Fraksi Republik Pasang Badan
PM Netanyahu Didakwa Suap, Penipuan
Demo Hong Kong, Bocah 12 Tahun Dihukum
Pemerintah Suriah Dituduh Tembaki Kamp Pengungsi
(Pemerintahan Baru Gagal Terbentuk) Israel Mungkin Harus Adakan Pemilu Ketiga
Suriah Serang Kamp Pengungsi, 15 Tewas
Israel Serang Target Iran di Suriah, 11 Tewas

kembali ke atas