PASAR MODAL

Selasa, 22 Oktober 2019 | 09:03 WIB

Inilah Alasan BEI Beri Sanksi PT JIHD

Inilah Alasan BEI Beri Sanksi PT JIHD
(Foto: ist)

INILAHCOM, Jakarta - Otoritas Bursa Efek Indonesia menjatuhkan sanksi atas keterlambatan penyampaian laporan keuangan periode kuartal II 2019 yang berakhir 30 Juni ini kepada PT Jakarta International Hotels and Development Tbk (JIHD).

Kepala Divisi LPP BEI, Saptono Adi Junars mengatakan sanksi yang dijatuhkan tersebut adalah surat peringatan III dan denda senilai Rp150 juta.

Perseroan telah menyampaikan laporan keuangan per 30 Juni 2019 yang tidak ditelaah terbatas dan tidak diaudit. Namun belum membayar denda. Adapun, batas waktunya adalah 30 September 2019.

Pada kuartal II-2019, tercatat JIHD membukukan laba bersih senilai Rp1 miliar atau turun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sekitar Rp1,6 miliar.

PT Jakarta International Hotels & Development Tbk (JIHD) didirikan tanggal 07 Nopember 1969 dengan nama PT Djakarta International Hotel dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1969.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Jakarta International Hotels & Development Tbk adalah Tomy Winata (13,15%) dan Sugianto Kusuma (8,08%).

Kegiatan bisnis JIHD mencakup pembangunan hotel dan penyelenggaraan jasa perhotelan, pembangunan real estat dan properti, gedung perkantoran, pusat perbelanjaan dan niaga beserta fasilitasnya. JIHD adalah pemilik Hotel Borobudur Jakarta (Hotel) yang dikelola oleh PT Dharma Harapan Raya.

JIHD memiliki anak usaha yang juga tercatat di Bursa Efek Indonesia, yakni Danayasa Arthatama Tbk (SCBD).

Pada tahun 1984, JIHD memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham JIHD (IPO) kepada masyarakat sebanyak 6.618.600 dengan nilai nominal Rp1.000 per saham dengan harga penawaran Rp1.500 per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 29 Feb 1984.[tar]

#BursaSaham #IHSG #TrumpEffect #KabinetJokowi
BERITA TERKAIT
Inilah Penggerak Bursa Saham Asia
IHSG Berani Bangkit ke 6.180,99 dengan Naik 0,5%
ASEAN Galang Kesepakatan Dagang Global
Bursa Saham Asia Bergerak Variatif
IHSG Tertekan 0,1% ke 6.136,96 di Awal Sesi
IHSG Bisa Manfaatkan Peluang Bangkit
Harga Minyak Mentah Turun Respon Sikap Trump

kembali ke atas