PASAR MODAL

Rabu, 23 Oktober 2019 | 10:33 WIB
(Respon Para Menteri, Investor Pilih Ambil Untung?)

IHSG Pilih Turun 0,3% ke 6.203,27

Wahid Ma'ruf
IHSG Pilih Turun 0,3% ke 6.203,27
(Foto: inilahcom/Eusebio Chrysnamurti)

INILAHCOM, Jakarta - IHSG memilih berada di area negatif usai pengumuman kabinet Indonesia Maju yang telah diumumkan Rabu pagi (23/10/2019). Indeks mengalami aksi ambil untung dengan turun 0,3% ke 6.203,27 dari pembukaan di 6.224.418.

Volume perdagangan mencapai 7,1 miliar saham senilai Rp3,04 triliun sebanyak 218.086 kali transaksi. Indeks bergerak seiring dengan 196 saham melemah, 145 saham menguat dan 148 saham belum berubah.

Transaksi investor asing mengalami net foreign sell sebesar Rp170,88 miliar. Dengan penjualan investor asing Rp683,94 miliar. Dengan pembelian investor asing sebesar Rp513,05 miliar.

Pagi tadi, presiden Joko Widodo telah mengumumkan susunan Kabinet Indonesia Maju untuk membangun Indonesia periode kedua bersama Wapres Ma'ruf Amin. Kabinet baru terdiri dari 34 orang dan empat pejabat negara seperti Jaksa Agung, Setkab, Kepala Staf Kepresidenan dan Kepala BKPM.

Investor saham sejak beberapa hari terakhir menahan diri menunggu pengumuman kabinet baru dari duet Jokowi-Ma'ruf Amin. Indeks dengan setia menunggu di area positif meski kadang sepanjang perdagangan mengalami tekanan.

Pagi ini sentimen yang ditunggu telah muncul dari Istana Negara. Indeks sudah memperoleh hal yang ditunggu-tunggu. Bertepatan dengan bursa saham AS pada penutupan Selasa yang turun, IHSG ikut berada di area negatif.

Beberapa saat usai pembukaan perdagangan indeks tertekan. Saham unggulan di indeks LQ45 memilih turun 0,3%, indeks JII turun 0,1%, indeks IDX30 melemah 0,3%, indeks SMInfra18 turun 0,2% dan indeks ISSI turun 0,1%.

Namun penguatan coba dipimpin saham sektor perkebunan dengan naik 1,5% diikuti saham sektor pertambangan yang naik 0,3%. Untuk pelemahan terdalam terjadi pada saham sektor perdagangan yang turun 1,06% diikuti saham sektor konsumer yang turun 0,7%.

Saham teraktif pagi ini seperti saham POOL dengan nilai transaksi mencapai Rp215,89 miliar di harga Rp1.825 yang turun 5,9%. Saham HOME sebesar Rp211,1 miliar di harga Rp85 yang turun 1,1%. Saham BBRI senilai Rp156,4 miliar di harga Rp4.100 yang turun 0,9%. Saham TLKM mencapai Rp155,9 miliar di harga Rp4.250 yang naik 0,4%. Saham HMSP mencapai Rp84,3 miliar di harga Rp2.090 yang turun 1,4%. saham ABBA senilai Rp74,2 miliar di harga Rp190 yang turun 11,2%.

Menurut analis saham Reliance Sekuritas, Lanjat Nafi, indikator stochastic dan RSI pun telah berada pada area yang cukup mahal pada momentum overbought. Pergerakan IHSG secara teknikal bergerak break out moving average 50 hari mematahkan signal bearish counter attack yang terjadi pada penutupan hari Senin.

"Sehingga secara teknikal kami perkirakan IHSG akan bergerak terbatas dengan penguatan menguji 6250 pada support resistance 6.215-6.260. Saham-saham yang masih cukup menarik secara teknikal diantaranya; AALI, MAIN, BRPT, SIDO, UNVR, ICBP, BBTN, ANTM, SMRA, UNTR, RALS," demikian seperti mengutip dari hasil risetnya.

IHSG kemarin berakhir menguat 0,43% ke level 6.225.5 dengan saham-saham sektor industri dasar (+1.92%) melonjak hampir dua persen. Saham BRPT (+7.50%) dan CPIN (+6.53%) memimpin penguatan. Mulai terangnnya nama-nama calon mentri pada susunan kabinet presiden periode 2019-2024 menjadi daya tarik tersendiri dari dalam negeri.

Investor menilai nama-nama calon tersebut cukup menarik dalam memperbaharui formasi kabinet kementrian Indonesia. Selain itu adanya musim laporan keuangan dengan ekspektasi yang cenderung positif menjadi dorongan tingkat kepercayaan investor. Rupiah menguat 0,28% ke level IDR 14.040. Meskipun demikian Investor asing masih melakukan aksi jual bersih sebesar Rp40,93 miliar.

#BursaSaham #IHSG #TrumpEffect #KabinetJokowi
BERITA TERKAIT
Harga Minyak Berjangka Berakhir Terbatas
Inilah Pemicu Harga Emas Berjangka Jatuh
Ini Tuduhan Terbaru Trump tentang Kecurangan China
Bursa Saham AS Kurang Yakin Pernyataan Trump
China Bisa Segera Luncurkan Uang Digital
Bursa Saham AS Tunggu Pidato Trump
Inilah Penggerak Bursa Saham Asia

kembali ke atas