PASAR MODAL

Rabu, 23 Oktober 2019 | 13:17 WIB

Bank Mantap Incar Dana Rp1 T di Pasar Obligasi

Wahid Ma'ruf
Bank Mantap Incar Dana Rp1 T di Pasar Obligasi
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) akan menerbitkan obligasi dalam skema Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) tahap 1 dengan target indikatif Rp 1 triliun.

Perseroan bertujuan untuk mendiversifikasi sekaligus memperbaiki struktur pendanaan bank dalam jangka panjang.

Obligasi yang merupakan bagian dari rencana PUB sebesar Rp4 triliun hingga 2022. Perseroan menawarkan kupon yang berkisar 7,90 persen 8,35 persen. Untuk komposisi rate dalam struktur PUB tahap 1 tersebut mengacu penawaran yang masuk dari investor.

Direktur Utama Bank Mantap, Josephus K. Triprakoso mengatakan aksi korporasi ini merupakan inisiatif perseroan untuk mendukung kesinambungan bisnis ke depan serta mengantisipasi persaingan industri perbankan yang semakin ketat.

Obligasi tersebut dibagi menjadi dua seri, yaitu Seri A dengan tenor 3 tahun dan Seri B dengan tenor 5 tahun. Seri A ditawarkan dengan tingkat kupon sebesar 7,90 persen hingga 8,10 persen dan Seri B ditawarkan dengan tingkat kupon sebesar 8,10 persen hingga 8,35 persen per tahun, serta kupon dibayarkan setiap triwulan, kata Jos di Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Dalam kesempatan yang sama, SEVP Finance, Retail & Digital Banking Bank Mantap, Fajar Ari Setiawan menuturkan dalam rangka penerbitan obligasi ini, perseroan telah memperoleh hasil rating atas obligasi oleh PT Fitch Rating Indonesia dengan peringkat AA dan perusahaan yang menjadi penjamin pelaksana emisi dan penjamin emisi obligasi adalah PT Mandiri Sekuritas, PT BCA Sekuritas, PT BNI Sekuritas dan PT Danareksa Sekuritas.

Masa penawaran awal obligasi (book building) tahap I akan dilakukan pada 23 Oktober hingga 6 November 2019. Selanjutnya, distribusi obligasi secara elektronik direncanakan akan dilakukan pada tanggal 26 November 2019 dengan target pencatatan di Bursa Efek Indonesia pada 27 November 2019, tutur Fajar.

Fajar menambahkan, Bank Mantap mencari likuiditas di pasar modal karena pertumbuhan kredit yang ekspansif. Pada akhir bulan Agustus 2019 kredit yang diberikan mencapai Rp18,69 triliun, tumbuh 34,6 persen dari periode tahun lalu.

Pertumbuhan kredit yang lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan DPK menyebabkan rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to funding ratio (LFR) mencapai 93,38 persen per tanggal 31 Agustus 2019.

Diharapkan dengan terbitnya obligasi tahap 1 ini dapat menekan rasio LFR dengan proyeksi akhir tahun 2019 di angka 90,50 persen. [nes]

#BankMantap #ObligasiBerkelanjutan
BERITA TERKAIT
Bank BRI Akhirnya Terbitkan Obligasi Jadi Rp6,5 T
Bursa Saham Asia Bergerak Variatif
IHSG Tertekan 0,1% ke 6.136,96 di Awal Sesi
IHSG Bisa Manfaatkan Peluang Bangkit
Harga Minyak Mentah Turun Respon Sikap Trump
Harga Emas di Rekor Terendah 3 Bulan
Dow Jones Masih Bisa Pertahankan Rekor

kembali ke atas