EKONOMI

Rabu, 23 Oktober 2019 | 14:45 WIB

Tim Ekonomi Jokowi Direspons Negatif Pelaku Pasar

Tim Ekonomi Jokowi Direspons Negatif Pelaku Pasar
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Pasca pengumuman Kabinet Indonesia Maju oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Presiden, Jakarta, Rabu (23/10/2019), pasar langsung merespons negatif.

Direkstur Eksekutif Inef Enny Sri Hartati menyebut, respons pasar terhadap komposisi tim ekonomi Jokowi Jilid II, negatif. Khususnya untuk sosol Menko Perekonomian Airlangga Hartarto yang menjabat ketua umum Partai Golkar.

Kalangan pasar kurang hepi lantaran Airlangga tidak bisa memaparkan program kerja yang kongkret. Demikian pula penunjukan pendiri GoJek Nadiem Makarim sebagai menteri pendidikan, dinilai pasar kurang pas. Belum lagi sosok ida Fausiah sebagai menteri tenaga kerja menggantikan Hanief Dhakiri, tidak mencerminkan ekspektasi pasar. "Pasar merespons negatif," papar Enny di sebuah stasiun televisi nasioal, Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Sementara, analis pasar uang Bank Mandiri Rully Arya Wisnubroto mengatakan, kendati melemah rupiah masih relatif stabil di bawah Rp14.100 per dolar AS. "Pelemahan rupiah lebih karena faktor global. Dolar AS menguat terhadap beberapa mata uang utama Euro dan GBP," ujar Rully.

Menurut Rully, pelaku pasar masih mengapresiasi nama-nama yang ditunjuk sebagai menteri dalam Kabinet Indonesia Maju, terutama menteri-menteri di bidang ekonomi. "Untuk susunan tim ekonomi saya rasa cukup baik," kata Rully.

Rully memperkirakan hari ini rupiah akan terkoreksi terbawa sentimen negatif eksternal khususnya terkait perkembangan negosiasi internal Brexit di parlemen Inggris. "Pada pukul 11.04 WIB, rupiah melemah 16 poin atau 0,11 persen menjadi Rp14.057 per dolar AS dibanding posisi sebelumnya di level Rp14.041 per dolar AS.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu ini menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp14.051 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi Rp14.058 per dolar AS. [tar]

#PresidenJokowi #KabinetKerja
BERITA TERKAIT
(Pengembangan Mobil Listrik) Akhir Bulan, Jokowi dan Luhut Ketemu Bos Hyundai
Raih Swasembada Pangan Kembali, Rizal Sarankan Ini
Ketimbang Jokowi Kerek Premi BPJS, Rizal Usul Ini
Jokowi Ingin Banyak Bank Buka Cabang di Wamena
Bang RR Sindir Tim Ekonomi Kabinet Indonesia Maju
Rebutan PI Blok Masela, Jokowi yang Bisa Putuskan
Jokowi Naikan Iuran BPJS 100%, Rakyat Dapat Apa?

kembali ke atas