EKONOMI

Jumat, 25 Oktober 2019 | 14:09 WIB

Defisit APBN 2019, Lapangan Banteng Batasi 2,2%

Defisit APBN 2019, Lapangan Banteng Batasi 2,2%
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Keuangan memproyeksikan pelebaran defisit pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 sekitar 2%-2,2% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Direktur Jenderal Pengelolaan, Pembiayaan, dan Risiko Kemenkeu, Luky Alfirman mengatakan, defisit melampaui target APBN 2019 sebesar 1,87%, serta outlook sebesar 1,93%. Defisit bisa saja melebar sekitar 2 persen sampai 2,2 persen terhadap PDB, full year sampai akhir tahun, katanya di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (25/10/2019).

Luky menjelaskan, pelebaran defisit tersebut bertujuan untuk menstimulasi penerimaan negara yang mengalami tekanan akibat pengaruh dari kondisi ketidakpastian global. Ketika ekonomi dalam tekanan, butuh stimulus supaya ekonomi tidak terpuruk dalam. Salah satunya dengan pelebaran defisit kan APBN sebagai alat counter cyclical, katanya.

Ia melanjutkan, pemerintah mengambil langkah untuk mendorong pertumbuhan belanja agar dapat menggenjot penerimaan negara dari perpajakan dan mendukung pertumbuhan perekonomian.

Di sisi lain, Luky menuturkan, sektor yang harus didorong adalah belanja yang sifatnya berkualitas dan produktif sehingga dampaknya bisa langsung berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

"Belanjanya harus yang berkualitas dan produktif. Kalau kita lebarkan sampai 4 persen dan 5 persen sekali pun kalau belanjanya tidak produktif buat apa karena itu juga tidak akan berkontribusi terhadap penerimaan negara, katanya.

Dia mengatakan, kemenkeu belum bisa memastikan besaran pasti pelebaran defisit. Alasannya, masih fleksibel tergantung pada perkembangan ekonomi global.

Namun, ia menuturkan masyarakat dan pasar tidak perlu khawatir sebab defisit itu tidak akan melebihi batas yang ada di undang-undang keuangan negara yaitu 3%. [tar]

#MenkeuSMI #Defisit #APBN2019
BERITA TERKAIT
Realisasi Penerimaan Bea Cukai Capai Rp165,46 T
BI: Defisit Neraca Pembayaran Kuartal III Turun
Tekan Defisit, RI Mesti Dorong Investasi Langsung
Target Pajak Sering Gagal, Tugas Berat Suryo Utomo
RR: Utang Numpuk, Rakyat Dikejar Pajak&Biaya Hidup
(Peluang Resesi Ekonomi) DPR Tantang Sri Mulyani Lebih Kreatif dan Inovatif
Kementan Tegas Lawan Alih Fungsi Lahan Pertanian

kembali ke atas