EKONOMI

Kamis, 31 Oktober 2019 | 14:38 WIB

Dirjen Pajak Batal Diumumkan, Ada Apa Bu Ani?

Indra Hendriana
Dirjen Pajak Batal Diumumkan, Ada Apa Bu Ani?
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menunda sehari pengumuman sekaligus pelantikan direktur jenderal (dirjen) pajak anyar, pengganti Robert Pakpahan. Harusnya hari ini diumumkan. Ada apa?

Kepastian penundaan disampaikan Sri Mulyani kepada wartawan di Jakarta, Kamis (31/10/2019). "(Dilantik) Besok pagi," ujar Sri Mulyani.

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia ini juga enggang buka suara terkait alasan penundaan, serta siapakah pengganti Robert. Tak mau dipancing-pancing, dirinya langsung kabur, meninggalkan wartawan.

Pada Rabu (23/10/2019), Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu, Nufransa Wira Sakti membenarkan adanya rencana pelantikan dirjen pajak pada hari ini. "Iya, rencananya begitu," kata Nufransa di Jakarta.

Sebagai informasi, Robert menjabat sebagai Dirjen Pajak setelah ditunjuk Presiden Joko Widodo dan dilantik oleh Sri Mulyani pada 30 November 2017.
Sebelumnya, Robert menjabat sebagai Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan.

Ada sejumlah nama yang disebut-sebut sebagai calon pengganti Robert Pakpahan yang pensiun pada Oktober 2019. Mereka adalah Astera Primanti Bhakti, Dirjen Perimbangan Keuangan. Awan Nurmawan Nuh, Staf Ahli bidang Peraturan dan Penegakan Hukum Pajak Kemenkeu.

Adapula nama lain yakni Luky Alfirman yang sekarang masih menjabat sebagai Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko. Namun calon kuatnya adalah Suryo Utomo, Staf Ahli bidang Kepatuhan Pajak. [ipe]

#MenkeuSMI #DirjenPajak #CITA
BERITA TERKAIT
Kemenkeu Proyeksi Ekonomi RI Naik Kelas Pada 2036
Penyelundupan Harley di Garuda, Sri Mulyani Heran
Sri Mulyani Mulai Percaya Resesi Makin Dekat
Suahasil Ingatkan Peluang Derasnya Capital Outflow
Banyak Pejabat Jadi Calo, Sri Mulyani Geregetan
Rencana Bulog Buang Beras 20 Ribu Ton Dikritisi
Pejabat Kemenkeu Harus Gali Potensi Pajak dan SDA

kembali ke atas