DUNIA

Jumat, 01 November 2019 | 07:10 WIB

Pemimpin Baru ISIS, Abu Ibrahim al-Hashemi

Pemimpin Baru ISIS, Abu Ibrahim al-Hashemi
(Foto: BBC)

INILAHCOM, Jakarta--Kelompok yang menyebut dirinya Negara Islam atau ISIS untuk pertama kalinya mengkonfirmasi kematian pemimpinnya, Abu Bakar al-Baghdadi, dan sekaligus menunjuk penggantinya.

Keterangan resmi ISIS, yang diumumkan melalui layanan pesan Telegram, seperti dilaporkan BBC, Jumat (1/11/2019) menyebutkan Abu Ibrahim al-Hashemi al-Qurashi adalah pemimpin baru dan "khalifah" kelompok tersebut.

Dalam keterangannya, ISIS juga mengkonfirmasi kematian juru bicaranya, Abu al-Hasan al-Muhajir.

Sebelumnya, dia dilaporkan tewas selama operasi militer gabungan oleh pasukan Kurdi di wilayah utara Suriah, beberapa jam setelah operasi serangan terhadap Baghdadi.

Warga negara Saudi ini dianggap sebagai calon kuat pengganti Baghdadi.

Juru bicara ISIS yang baru, Abu Hamza al-Qurashi, telah meminta umat Islam untuk bersumpah setia kepada Abu Ibrahim al-Hashemi.

Nama Hashemi tidak diketahui oleh pasukan keamanan, dan diyakini sebagai nama samaran selama peperangan.

ISIS tidak memberikan keterangan detil tentang pemimpin baru atau merilis fotonya, tetapi menggambarkan sosoknya sebagai "figur terkemuka dalam berjihad".

Pernyataan ISIS juga mengklaim bahwa Hashemi adalah veteran dalam berbagai medan jihad selama berperang melawan AS di masa lalu.

Dengan mengklaim dirinya berlatar "al-Qurashi", kelompok ISIS menjelaskan bahwa pemimpin barunya berasal dari suku yang sama dengan Nabi Muhammad, yaitu suku Quraish.

Suku ini, seperti secara umum diyakini dan dipegang teguh oleh kaum cendekiawan Sunni pra-modern, dianggap sebagai kualifikasi utama untuk menjadi seorang khalifah. [bbc/lat]

#Pemimpin #ISIS #al-Hashemi
BERITA TERKAIT
Inggris Beri Hukuman Lebih Berat bagi Teroris
Kerusuhan di Irak, 4 Pedemo dan 2 Polisi Tewas
Honduras: Hizbullah Adalah Organisasi Teroris
PM Spanyol Segera Bertemu Pemimpin Catalunya
Orang Keempat Kasus Pneumonia di Wuhan Meninggal
Banjir Air Mendidih di Rusia Tewaskan 5 Orang
Pengacara Trump Desak Senat Tolak Pemakzulan

kembali ke atas