DUNIA

Selasa, 05 November 2019 | 07:33 WIB

Demonstrasi: Kekerasan di Hong Kong Meningkat

Demonstrasi: Kekerasan di Hong Kong Meningkat
(Foto: BBC)

INILAHCOM, Hong Kong-- Kekerasan di Hong Kong semakin meningkat, menyusul serangan pisau terhadap sejumlah orang di lokasi unjuk rasa pro-demokrasi di Hong Kong.

Serangan terjadi di mal Cityplaza, distrik Tai Koo, Pulau Hong Kong.

Rumah sakit setempat mengatakan empat laki-laki dan satu perempuan terluka, dua di antaranya dalam kondisi kritis.

Salah satu korban yang terluka, seorang anggota dewan legislatif lokal, sebagian telinganya lepas digigit oleh si penyerang, seorang laki-laki yang identitasnya belum diketahui. Si penyerang kemudian dilumpuhkan para pengunjung mal.

Saksi mata mengatakan si penyerang menghunus pisau setelah berdebat soal politik dalam bahasa Mandarin dengan orang-orang di mal, yang menjadi lokasi unjuk rasa pro-demokrasi beberapa waktu sebelumnya.

Anggota dewan legislatif setempat, Andrew Chiu Ka-yin, dilaporkan berusaha mencegah si penyerang meninggalkan tempat kejadian ketika si penyerang menggigit telinganya. Saksi mata mengatakan si penyerang dipukuli beramai-ramai oleh pengunjung mal, sebelum polisi datang dan menangkap pria itu.

Salah satu korban, seorang perempuan, berkata kepada South China Morning Post bahwa terduga pelaku menghunus pisau setelah berdebat dengan saudara perempuannya serta suaminya, yang juga terluka.

Hong Kong Free Press melaporkan bahwa si penyerang merupakan suporter pro-Beijing yang bicara dalam bahasa Mandarin.

Hong Kong telah mengalami rangkaian demonstrasi oleh aktivis prodemokrasi selama lima bulan terakhir, beberapa di antaranya diwarnai kekerasan. Para aktivis awalnya turun ke jalan untuk memprotes rancangan undang-undang yang akan memungkinkan ekstradisi tersangka kriminal ke daratan utama China; tapi berkembang menjadi pemberontakan yang lebih luas terhadap cara Beijing mengelola Hong Kong.

Gelombang protes prodemokrasi berlanjut hingga akhir pekan kemarin, beberapa hari setelah aktivis ternama, Joshua Wong, dilarang mencalonkan diri dalam pemilihan umum di daerah.

Pada hari Minggu (3/11/2019), polisi menembakkan gas air mata ke kerumunan pengunjuk rasa di Taikoo Shing, daerah suburban yang menjadi letak mal Cityplaza tempat serangan pisau terjadi.

Dengan demonstrasi yang tampaknya bakal terus berlanjut, para pemimpin China pekan lalu memberi sinyal bahwa mereka bersiap-siap untuk mengubah cara pengelolaan Hong Kong.

Shen Chunyao, direktur Komisi Hong Kong, Makau, dan Hukum Dasar, berkata kepada reporter bahwa pihak berwenang tengah mencari cara untuk "menyempurnakan" cara kepala eksekutif Hong Kong ditunjuk dan dicopot. Ia tidak membeberkan apa tepatnya yang akan diubah.

Bulan lalu, pemimpin salah satu kelompok pro-demokrasi terbesar di Hong Kong dibawa ke rumah sakit setelah diserang, tampaknya dengan palu. Foto-foto di media sosial menunjukkan Jimmy Sham dari Front Hak Asasi Manusia Sipil berbaring di jalanan, tubuhnya berlumuran darah.

Dari atas ranjang di rumah sakit, sang aktivis mengatakan ia "tetap berkomitmen pada idealisme perdamaian tanpa kekerasan". [bbc/lat]

#Demonstran #HongKong
BERITA TERKAIT
Demonstran Irak: 15 Orang Ditikam di Baghdad
Tulis Demo di Hong Kong, Pekerja RI Ditangkap
Kampus Hong Kong Tegang, Polisi Siap Serbu
Pemilu Hong Kong: Prodemokrasi Menang Mutlak
Pemilu Hong Kong: Prodemokrasi Raup Suara Besar
Demo Hong Kong, Bocah 12 Tahun Dihukum
Senat AS Sahkan RUU Dukung HAM di Hong Kong

kembali ke atas