PASAR MODAL

Selasa, 05 November 2019 | 08:01 WIB

PT Phapros Alami Laba Turun Jadi Rp59,9 Miliar

PT Phapros Alami Laba Turun Jadi Rp59,9 Miliar
PT Phapros Tbk (PEHA) (Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Phapros Tbk (PEHA) mencatat laba bersih turun menjadi Rp59,99 miliar per 30 September 2019 dari periode yang sama tahun 2018 sebesar Rp95,73 miliar.

Pada periode ini, perseroan mencatat kenaikan penjualan 13,6 persen menjadi Rp791,94 miliar. Dukungan kinerja penjualan berasal dari segmen Obat Generik Berlogo (OGB) yang tumbuh 17,93 persen menjadi Rp422,17 miliar.

Peningkatan ini juga terjadi pada segmen obat resep yang naik 20,33 persen menjadi Rp201,17 miliar. Sementara untuk segmen obat bebas meningkat 9,4 persen menjadi Rp155,54 miliar.

Sementara itu, segmen toll-in turun 56,55 persen menjadi Rp12,96 miliar. Namun, beban pokok penjualan naik lebih tinggi yakni 27,32 persen menjadi Rp364,34 miliar. Begitu pula beban penjualan naik 17,44 persen menjadi Rp225,35 miliar.

Sedangkan beban keuangan sebesar Rp43,78 miliar, meroket 94,58 persen secara tahunan.

Sementara, total aset senilai Rp2 triliun dari Rp1,87 triliun per 31 Desember 2018. Adapun liabilitas menjadi Rp1,24 triliun dan ekuitas sebesar Rp759,19 miliar.

PT Phapros Tbk (PEHA) didirikan tanggal 21 Juni 1954 dengan nama NV Pharmaceutical Processing Industries, disingkat N.V. Phapros dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1957.

Pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham Pharos Tbk, yaitu: Kimia Farma (Persero) Tbk (KAEF) (56,77%) dan Masrizal A. Syarief (9,04%). Saham publik sebesar 34%.

Ruang lingkup kegiatan PEHA adalah bergerak dalam bidang pengadaan obat-obatan, bahan baku obat, alat kesehatan dan pelayanan kesehatan.

Saat ini, PEHA telah memproduksi lebih dari 284 macam obat, sebagian besar diantaranya adalah hasil pengembangan sendiri (non-lisensi) yang diklasifikasi dalam kelompok produk etikal, generic, Over The Counter (OTC), dan Agromed. Selain memproduksi obat yang diperdagangkan sendiri, Perseroan dipercaya industri farmasi lain untuk memproduksi obat melalui kerjasama Contract Manufacturing.

Pada tanggal 19 Desember 2000, PEHA memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk menjadi perusahaan publik tanpa Penawaran Umum dan perusahaan public nonlisting. Lalu, pada tanggal 26 Desember 2018 seluruh saham biasa atas nama Perusahaan sebanyak 840.000.000 dengan nilai nominal Rp100 dan harga pencatatan Rp1.198 per saham dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI).

Saham PEHA kemarin berakhir di Rp1.160 per saham dari pembukaan di Rp1.180 per saham. [nes]

#PEHA #Phapros #Kuartal32019
BERITA TERKAIT
Laba PT Sampoerna Agro Turun Jadi Rp16,4 Miliar
PT PP Properti Catat Laba Turun Jadi Rp210,5 M
PT Saraswati Griya Lestari Raih Laba Rp2,7 Miliar
Laba PT Sumber Energi Andalan Turun Jadi US$7,9 Jt
PT Royal Prima Derita Laba Turun Jadi Rp1,9 Miliar
Laba PT Tiphone Mobile Turun Jadi Rp382,06 M
Satyamitra Kemas Alami Laba Turun Jadi Rp26,9 M

kembali ke atas