DUNIA

Selasa, 05 November 2019 | 09:40 WIB

Demonstran Irak Serang Konsulat Iran di Karbala

Demonstran Irak Serang Konsulat Iran di Karbala
(Foto: BBC)

INILAHCOM, Karbala--Sedikitnya tiga orang tewas ditembak ketika sejumlah demonstran menyerang gedung konsulat Iran di Kota Karbala yang suci bagi kaum Syiah, lapor BBC, Selasa (5/11/2019).

Para demonstran, yang menuntut agar Iran berhenti ikut campur urusan dalam negeri Irak, memanjat tembok gedung konsulat.

Beberapa laporan menyebutkan aparat keamanan melepaskan tembakan, namun laporan lainnya menyebut sekelompok orang tak dikenal bertanggung jawab menembak.

Ada pula laporan dari kantor berita Reuters dan AFP bahwa aparat keamanan menembakkan peluru tajam ke arah pengunjuk rasa di Baghdad, pada Senin (4/11/2019).

Sejumlah saksi mata yang diwawancarai Reuters mengatakan sedikitnya lima orang tewas di ibu kota Irak tersebut.

Pada unjuk rasa di luar gedung konsulat Iran di Karbala, puluhan orang meneriakkan "Karbala bebas, Iran keluar!"

Beberapa demonstran melempar batu dan benda-benda yang terbakar hingga melampaui tembok beton yang mengitari gedung. Sebanyak tiga orang memanjat tembok dan mengibarkan bendera Irak.

Aparat keamanan, sebagaimana dilaporkan kantor berita AFP, menembakkan peluru tajam untuk membubarkan kerumunan dan beberapa orang kena tembak.

AFP mengutip seorang pejabat medis yang mengatakan sebanyak tiga demonstran tewas mengalami luka-luka.

Komisi Tinggi untuk Hak Asasi Manusia Irak (IHCHR) menyebutkan tiga pengunjuk rasa tewas dalam bentrokan di luar konsulat.

Seorang sumber di Karbala mengatakan kepada BBC bahwa salah satu korban twas adalah penjaga tempat suci Syiah yang kebetulan sedang melintas. Sumber itu juga mengatakan asal tembakan tidak diketahui dan mengincar baik demonstran maupun aparat keamanan.

Konsul Jenderal Iran di Karbala, Mir-Masoud Hosseinian, mengatakan kepada media Iran bahwa situasi sudah terkendali dan kondisi "kembali normal".

Unjuk rasa besar-besaran terus berlanjut terhadap pemerintah Irak walau Perdana Menteri Adel Abdul Mahdi berupaya meredam demonstrasi dengan memohon masyarakat untuk "membantu memulihkan normalitas di negara" tersebut.

Dia mengatakan pemerintah menghormati demonstrasi damai, namun pemblokadean jalan-jalan di Baghdad dan pelabuhan-pelabuhan penting di bagian selatan negeri serta "mengancam kepentingan minyak", telah merugikan negara sebanyak miliaran dollar dan mengakibatkan harga-harga naik.

Pekan lalu, Presiden Barham Saleh mengklaim PM Abdul Mahdi bersedia mengundurkan diri begitu penggantinya ditunjuk dan rancangan undang-undang pemilihan yang baru disusun.

Akan tetapi, para demonstran ingin membersihkan semua institusi politik.

Iran, yang mendukung pemerintah Irak dan sejumlah milisi Syiah di negara itu, mendesak para demonstran menuntut perubahan di dalam "struktur kerangka hukum" seraya memperingatkan "musuh ingin menghancurkan" struktur.

"Intelijen AS dan Barat, dengan sokongan keuangan negara-negara reaksioner di kawasan, menyebarkan ketidakpastian," cetus Pemimpin Agung Iran, Ayatollah Ali Khamenei, pekan lalu. [bbc/lat]

#Demonstran #Irak #Serang #Konsulat #Iran
BERITA TERKAIT
Presiden Iran Ajukan Anggaran Melawan Sanksi
Demonstran Irak: 15 Orang Ditikam di Baghdad
Netanyahu: Kekaisaran Iran "Goyah"
Tentara Tembaki Pedemo di Irak, Puluhan Tewas
Kampus Hong Kong Tegang, Polisi Siap Serbu
(Selandia Baru) Gunung Api Meletus, 100 Orang Tak Jelas Nasibnya
Nadler Sebut "Kasus Kuat" untuk Memakzulkan Trump

kembali ke atas