PASAR MODAL

Selasa, 05 November 2019 | 16:30 WIB

Pendapatan IBFN Naik 474,74%, Cari Dana Ekspansi

Pendapatan IBFN Naik 474,74%, Cari Dana Ekspansi
(Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - PT Intan Baruprana Finance Tbk (IBFN), perusahaan pembiayaan investasi dan modal kerja untuk sektor produktif terus mencatatkan kinerja positif sepanjang tahun 2019. Sampai Kuartal III tahun 2019, IBFN membukukan pendapatan Rp165,87 miliar, melonjak dibandingkan periode sama tahun lalu yang mengalami pencatatan negatif Rp44,26 miliar.

Perbaikan pendapatan tersebut terutama didorong oleh sewa pembiayaan, modal kerja serta pendapatan Ijarah-bersih. Presiden Direktur IBFN, Carolina Dina Rusdiana mengungkapkan, periode ini Perseroan mencatatkan pendapatan sebesar Rp22,86 miliar untuk sewa pembiayaan, meningkat 41,46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (yoy) sebesar Rp16,16 miliar.

Perseroan juga mencatatkan pemasukan yang positif dari pendapatan Ijarah-bersih senilai Rp126,04 miliar melambung dari periode sebelumnya yang tercatat sebesar negatif Rp 79,56 miliar. Sementara untuk pemasukan Perseroan dari pendapatan modal kerja kuartal III-2019 tercatat Rp3,45 miliar.

Sampai Kuartal ketiga tahun 2019 ini, Perseroan berhasil membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp12,98 miliar, dibanding catatan kerugian sebesar Rp97,26 miliar dalam periode yang sama tahun lalu, kata Carolina, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (5/11/2019).

Perbaikan kinerja tersebut juga diikuti oleh membaiknya rasio-rasio pembiayaan Perseroan. Rasio Return on Asset (ROA) juga mengalami perbaikan dari -9% pada September 2018 menjadi -1% di September 2019. Sementara untuk Rasio piutang pembiayaan bermasalah (NPF) Perusahaan mampu mencatatkan perbaikan rasio NPF hingga turun 50% dibandingkan Desember 2018. Perusahaan tetap berkeyakinan bahwa di akhir tahun 2020 rasio NPF dapat mencapai angka di bawah 5 % sebagaimana yang ditentukan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Di tengah-tengah kondisi bisnis saat ini, kami akan lebih berhati-hati dalam mempertahankan kualitas aset kami dan menjaga pengelolaan biaya dengan baik. Kami juga akan terus menyederhanakan proses kami untuk meningkatkan efisiensi. Selain itu kami juga terus berupaya mencari pendanaan agar tetap mampu menyalurkan pembiayaan sampai akhir 2019 ini. Hal ini menjadi tantangan mengingat kondisi industri yang cenderung melemah sepanjang 2019. Namun kami masih tetap optimis sambil terus berupaya menjaga komitmen dengan para pemangku kepentingan, khususnya para kreditor untuk tetap membayar kewajiban tepat waktu, tutup Dina. [*]

#IBFN #Intan Barutama Finance
BERITA TERKAIT
Bursa Saham Asia Bergerak Variatif
IHSG Tertekan 0,1% ke 6.136,96 di Awal Sesi
IHSG Bisa Manfaatkan Peluang Bangkit
Harga Minyak Mentah Turun Respon Sikap Trump
Harga Emas di Rekor Terendah 3 Bulan
Dow Jones Masih Bisa Pertahankan Rekor
OPEC Kurangi Produksi, AS Naikkan Ekspor Energi

kembali ke atas