EKONOMI

Rabu, 06 November 2019 | 15:38 WIB

Bang RR Sindir Tim Ekonomi Kabinet Indonesia Maju

Bang RR Sindir Tim Ekonomi Kabinet Indonesia Maju
Ekonom senior DR Rizal Ramli (inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Presiden Joko Widodo baru saja memilih para menteri untuk duduk di kabinet, termasuk tim ekonomi. Namanya Kabinet Indonesia Maju (KIM). Mudah-mudahan kinerja KIM seindah namanya.

Namun, ekonom senior DR Rizal Ramli justru memberikan sindiran berbau guyonan (joke). Dia sebut, Kabinet Indonesia Maju kurang pas dengan perkembangan ekonomi terkini. Di mana, angka investasi dan pertumbuhan ekonomi, jauh dari janji-janji Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam akun twitter @RamliRizal, tertuliskan begini:Dengan hebohnya isu radikalisme, radikulisme & radikolisme, dan perkembangan ekonomi makro & mikro yg semakin mandeg, kita jadi bertanya-tanya apakah ini 'Kabinet Maju' atau Kabinet Atret (achterwaarts)-mundur?

Ya, maksud mantan Menko Ekuin era Presiden Abdurrahman Wahid ini, tentu menyindir bagaimana kinerja para menteri yang berhasil menarik hati Jokowi itu.

Terkait perekonomian di tahun ini, Bang RR, sapaan akrabnya, memrediksi tumbuhnya di bawah 5%. Tepatnya cuman 4,5%. Dia bahkan menyebut perekonomian Indonesia sudah lampu kuning. Posisi Current Account Deficit (CAD) atau defisit transaksi berjalan, terus membesar. Setali tiga uang dengan neraca perdagangan Indonesia yang belum layak disebut jempolan.

Data yang dihimpun Bloomberg memaparkan, JPMorgan Chase memproyeksikan ekonomi Indonesia pada 2019, tumbuh hanya 4,9%. Sementara Deutsche Bank memasang angka lebih cebol lagi yakni 4,8%.

Melansir data Markit, Manufacturing PMI Indonesia pada Juli, Agustus, dan September 2019 berada di level 49,6, 49, dan 49,1. Ketika angkanya di atas 50, bermakna aktivitas manufaktur gencar berekaspansi dibandingkan bulan sebelumnya. Sebaliknya kalau angkanya di bawah 50 berarti industri manufaktur sedang mangalami kontraksi.

Dengan kata lain, dunia usaha cenderung menahan investasinya. Alhasil, pertumbuhan pos investasi kan melorot di ke bawah 5%. Sementara, Badan Pusast Statistik (BPS) merilis angka pertumbuhan ekonomi 5,02% di triwulan III-2019. Lembaga yang dipimpin Suhariyanto ini, meramal perekonomian RI bertumbuh 5,04$. Kita tunggu tiga bulan lagi, prediksi siapa yang benar? [ipe]

#PresidenJokowi #Pertumbuhan #NeracaDagang #RizalRaml
BERITA TERKAIT
Ketimbang Jokowi Kerek Premi BPJS, Rizal Usul Ini
Jokowi Ingin Banyak Bank Buka Cabang di Wamena
Rebutan PI Blok Masela, Jokowi yang Bisa Putuskan
Jokowi Naikan Iuran BPJS 100%, Rakyat Dapat Apa?
Jokowi Setujui BPJS Kesehatan Naik 2 Kali Lipat
Airlangga Akui Biodiesel Selamatkan Neraca Dagang
(Tim Ekonomi Jokowi) Rizal Sebut Siti dan Arifin Oke, Budi Karya Ada PR

kembali ke atas