NASIONAL

Kamis, 07 November 2019 | 13:02 WIB

KPK Periksa Petinggi Waskita Beton

Ivan Sethyadi
KPK Periksa Petinggi Waskita Beton
Juru Bicara KPK Febri Diansyah (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap General Manager Pengembangan Korporasi PT Waskita Beton Precast (anak perusahaan PT Waskita Karya) Sanusi Hasyim hari ini, Kamis (7/11/2019).

Sanusi bakal diperiksa dalam kasus dugaan korupsi pembangunan Jembatan Waterfront City, Riau tahun anggaran 2015-2016. Dia akan ditelisik dalam kapasitasnya sebagai Kepala Cabang Riau dan Kepri PT Waskita Karya periode 2012-2016.

"Dia (Sanusi Hasyim) akan dimintai keterangan sebagai saksi untuk tersangka AN (Adnan)" ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi.

Selain Sanusi Hasyim, penyidik KPK juga menjadwalkan memeriksa Direktur Utama PT Aluphi Hijau Lumina Rafi Yudiansyah, Engginer PT Risen Engginering Consultant Yulius, dan karyawan swasta Lilik Sugijono.

Dalam kasus ini KPK menetapkan dua orang sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan Jembatan Waterfront City, Riau.

Mereka adalah Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan Jembatan Waterfront Dinas Bina Marga dan Pengairan Kabupaten Kampar, Riau, Adnan (AN) dan, Manajer Wilayah II PT Wijaya Karya (Persero) Tbk/Manajer Divisi Operasi I PT Wijaya Karya (Persero) Tbk I Ketut Suarbawa (IKS).

Adnan diduga menerima uang kurang lebih sebesar Rp 1 miliar atau 1% dari nilai kontrak. Diduga terjadi kolusi dan pengaturan tender yang melanggar hukum yang dilakukan oleh para tersangka.

Diduga dalam proyek ini telah terjadi kerugian keuangan negara setidak-tidaknya sekitar Rp 39,2 milyar dari nilai proyek pembangunan jembatan waterfront city secara tahun jamak di Tahun Anggaran 2015 dan 2016 dengan total Rp 117,68 milyar. [rok]

#KPK
BERITA TERKAIT
(Korban Aksi Demo #ReformasiDikorupsi) Randi dan Yusuf Bakal Jadi Nama Ruangan di KPK
Bos Lippo James Riady Batal Diperiksa KPK
Tersangka Suap Meikarta Minta KPK Transparan
(OTT Bandung Barat Belum Selesai) KPK Diminta Pastikan Nasib Pejabat Lain
Suap Jabatan, KPK Didesak Tangkap Musyafa Noer
(Buat Koruptor Jera) KPK Anggap Revisi UU Tipikor Dinilai Lebih Penting
Berkas Rampung‎, Kadis PUPR Medan Segera Diadili

kembali ke atas